The Women: Serving In Silence | Lukas 8:2-3 (TB)
3 min read
The Women: Serving In Silence Lukas 8:2-3
“Dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.” Lukas 8:2-3 (TB)
Kebanyakan orang tidak mengingat nama mereka. Tetapi TUHAN mengingat mereka. Para wanita yang namanya tertulis di Alkitab karena Roh Kudus ingin kita mengingatnya. Maria. Joanna. Susanna. Mereka mendukung Yesus dengan sumber daya mereka sendiri.
Bukan untuk diperhatikan. Tetapi karena mereka mengasihi-Nya. Mereka bukan satu-satunya. Lukas mengatakan “banyak perempuan lain” bersama mereka. Tidak semua disebutkan namanya. Tetapi semua terlihat.
Pada masa mereka, perempuan tidak dipandang sebagai penyedia nafkah.
Mereka tidak diharapkan untuk mendanai para rabi. Mereka tidak memiliki platform. Tetapi mereka memiliki iman. Dan mereka menggunakan apa yang mereka miliki untuk melayani Yesus. Lukas bisa saja melewatkan nama mereka. Tetapi Roh Kudus tidak. Karena di Kerajaan ALLAH, pengorbanan yang tenang tidak pernah luput dari perhatian.
Gerakan diam-diam yang mendanai misi. Sementara dunia menyaksikan mukjizat, mereka memastikan ada roti di atas meja. Istirahat untuk kaki yang lelah. Bekal untuk perjalanan. Tidak ada tepuk tangan atau pujian. Tetapi misi terus berjalan.
Maria Magdalena. Namanya berarti ‘Menara’. Setelah dibebaskan dari tujuh setan, ia menjadi pilar pengabdian. Dan itulah yang ia wujudkan. Ia teguh saat Yesus di kayu salib, dan pertama kali diberitahu kabar kebangkitan di makam yang kosong.
Joanna berarti ‘Sang Pemberi yang Penuh Kasih’. Ia adalah istri dari pengurus Herodes. Bagian dari keluarga yang berpengaruh. Namun ia mengikuti Yesus. Namanya berarti: “Yahweh Maha Pemurah.” Dan ia memberi dari kasih karunia, dengan tenang, penuh pengorbanan, dan berani.
Susanna berarti ‘Bunga Lili’. Kita tidak tahu kisahnya, tapi kita tahu dia memberi. Dengan diam-diam dan setia. Lili adalah bunga yang Yesus gunakan untuk mengingatkan kita untuk tidak khawatir. Dia mekar dengan tenang dalam kepercayaan.
Dan banyak wanita lain juga mendukung Yesus. Mereka mengikuti. Mereka memberi. Mereka melayani. Tidak semua disebutkan namanya, tetapi semua terlihat. Mereka memberi, dan TUHAN memastikan kita mengetahuinya. Sebab bagi TUHAN yang tak terlihat dihormati,
dan kesetiaan yang tenang tidak pernah dilupakan.
Apa yang dapat kita pelajari dari mereka? Yaitu bahwa pemuridan tidak dibatasi oleh jenis kelamin. Yesus menerima perempuan sebagai pengikut, pendukung, dan para saksi. Kedua: bahwa dukungan kita penting. Kita tidak membutuhkan mikrofon untuk memberikan dampak bagi Kerajaan ALLAH. Kesetiaan mendorong misi.
Ketiga : bahwa iman seringkali membutuhkan pengorbanan. Para wanita ini melepaskan kenyamanan, reputasi, dan banyak hal lain. Keempat: bahwa TUHAN melihat orang-orang yang diabaikan dunia. Bahkan ketika nama kita dilupakan, iman kita tidak.
Mereka melayani Raja. Dengan tangan terbuka dan hati yang penuh syukur, berdampak kekal. Sebab Yesus selalu menjadi intinya. Karena kisah ini tidak pernah tentang uang. Ini selalu tentang Mesias. Para wanita ini melihat Yesus, bukan hanya sebagai seorang guru, tetapi sebagai Harta Karun yang layak untuk setiap penyerahan. Meski DIA tidak menginginkan perak mereka, melainkan hati mereka. Dan mereka memberi, bukan karena Dia membutuhkannya, tetapi karena mereka telah menemukan sesuatu yang lebih besar daripada status, kenyamanan, atau tepuk tangan.
Ketika kita benar-benar melihat Yesus, kita memberi, kita mengikuti. Kita kehilangan apa yang tidak penting, untuk mendapatkan DIA yang penting. Mungkin kita tidak pernah berkhotbah dari mimbar, atau melihat nama kita di berita utama, tetapi kesetiaan kita terhitung. Pemberian yang diam-diam, kehadiran kita, dan doa-doa kita dalam keheningan. IA tahu, IA melihat, dan IA mengingat kita. Amin.
GOD bless!


