The Amazing Love: Watching The Sparrow With Care | Matius 10:29-30 (TB)
2 min read
The Amazing Love: Watching The Sparrow With Care Matius 10:29-30
“Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung semuanya.” Matius 10:29-30 (TB)
Kita tidak pernah tahu kekhawatiran itu akan datang, begitu diam-diam. Namun sedikit demi sedikit, sangkar tak terlihat membungkus kedamaian kita. Hingga kita merasa lelah. Bukan karena kurangnya iman, tetapi karena memikul beban yang bukan milik kita. TUHAN tidak menyediakan karena kita sempurna. DIA menyediakan karena kita adalah milik-Nya. DIA tidak tidak menuntut dan tidak sedang memeriksa daftar tugas kita. DIA sedang melihat kita.
Burung-burung tidak pernah mengikuti audisi untuk mendapatkan kasih-Nya. Mereka hanya terbang. Dan kita? Kita tidak dilupakan. Kita dicintai. Amat sangat! Lihatlah burung-burung di langit luas. Firman hari ini berkata, “Lihatlah burung-burung di udara; mereka tidak menabur, tidak menuai, dan tidak menyimpan di dalam lumbung, namun Bapa Surgawi memberi mereka makan. Bukankah kamu jauh lebih berharga daripada mereka?” (Matius 6:26)
Ini bukan ajakan untuk bertindak gegabah. Namun kita tidak pernah ditakdirkan untuk hidup dalam sangkar. Bukan karena takut. Bukan karena tekanan. Bukan karena perfeksionisme yang menyamar sebagai tanggung jawab. Semuanya dimulai dari hal kecil. Hanya ingin selalu siap. Bertanggung jawab. Menjaga segala sesuatunya tetap terkendali untuk orang-orang yang kita cintai.
Namun sedikit demi sedikit… kekhawatiran merayap masuk dan menyelimuti kedamaian. Tidak dengan keras. Tidak dengan kasar. Hanya cukup tenang untuk terasa normal. Dan sebelum kita menyadarinya, kita tidak terbang tinggi seperti burung-burung. Kita bertahan hidup dalam sangkar.
Tetapi Yesus tidak pernah bermaksud agar kita hidup seperti itu. Hati kita tidak diciptakan untuk sangkar. Ketakutanlah yang membangun jerujinya. Tetapi Cinta membuka pintunya. Melangkahlah. Angkat kepala. Hiduplah seolah-olah kita dicintai, karena memang kita dicintai. Kembalilah percaya, kembali bernapas. Jangan biarkan kekhawatiran menjadi tuan kita. Biarkan cinta membimbing kita keluar. Karena sangkar itu, tidak pernah terkunci. Ketakutan hanya membuatnya terasa seperti itu.
DIA menyediakan. DIA menopang. DIA membebaskan. Kita tidak perlu mendapatkan apa yang telah diberikan cinta-Nya. Kita tidak perlu tetap berada di dalam sangkar ketika langit terbuka lebar. Jadi hari ini, biarkan hatimu mengingat: Burung-burung tidak pernah mengikuti audisi untuk mendapatkan perhatian-Nya. Mereka hanya terbang. Dan kita? Kita bahkan lebih berharga. Amin.
GOD bless!


