Arsip

Sosial Media GBA Center

1 October 2026

Gerakan Baca Alkitab

Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup

Christian Community | 1 Yohanes 4:19 (TB)

2 min read
Christian Community

Christian Community 1 Yohanes 4:19

“Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.” 1 Yohanes 4:19 (TB)

Kita semua mendambakan kebersamaan dalam komunitas, karena kita memang tidak diciptakan untuk menjalani perjalanan hidup ini sendirian. Dan keindahan komunitas Kristen terletak pada kenyataan bahwa komunitas ini tidaklah seperti yang dibayangkan oleh dunia.

Kita mungkin berpikir bahwa komunitas seharusnya terbentuk dengan mudah dan alami. Kita membayangkan suatu tempat di mana semua orang hidup rukun dan harmonis. Berbicara tentang rukun dan harmonis, kita teringat akan jemaat mula-mula yang penuh kasih, yang “Hidup bersama dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama” (Kisah Para Rasul 2:44). Namun, itu tidak berarti mereka memiliki latar belakang atau minat yang sama. Banyak di antara mereka berasal dari berbagai daerah, berbicara dalam bahasa yang berbeda-beda, dan membawa latar belakang yang sangat beragam. (Kisah Para Rasul 2:5-11)

Komunitas bukan sekadar tentang ‘kecocokan’, melainkan tentang memilih untuk saling mengasihi, bahkan ketika kita berbeda satu sama lain. Kita mungkin menganggap komunitas sebagai tempat di mana kebutuhan kita senantiasa terpenuhi. Namun, gereja mula-mula tidak dibangun di atas kelimpahan, melainkan di atas pengorbanan—dengan menjual harta milik mereka demi saling membantu (Kisah Para Rasul 2:45).

Kehidupan berkomunitas menuntut kerendahan hati: untuk memberi tanpa mengharap imbalan, dan menerima dengan penuh rasa syukur. Komunitas bukan sekadar tempat untuk dilayani, melainkan juga tempat kita dengan sukarela melayani sesama. Sebab kasih akan tumbuh subur ketika mengalir dua arah.

Namun, gereja mula-mula terbentuk secara supranatural. Mereka lahir melalui penerimaan Roh (Kisah Para Rasul 2:38). Dan hal itu membutuhkan usaha. Mereka berkumpul bukan hanya pada hari Sabat, melainkan dalam keseharian mereka. Bukan hanya di Bait Allah, tetapi juga di rumah-rumah mereka (Kisah Para Rasul 2:46). Membangun komunitas menuntut pengorbanan, sebab komunitas memerlukan waktu dan komitmen, dan pertolongan Roh Kudus.

Dan yang terutama, komunitas dipersatukan oleh ikatan yang paling agung: iman kita kepada Yesus. Kita tidak mengejar komunitas terlebih dahulu. Kita mengejar Yesus terlebih dahulu. Semakin kita mengejar Yesus dan mengikut Dia, semakin komunitas kita bertumbuh dalam kasih-Nya.

Jadi, marilah kita memilih untuk saling mengasihi dengan sungguh-sungguh bahkan di saat-saat yang sulit sekalipun. Sebab komunitas bukanlah tentang kenyamanan atau kemudahan, melainkan tentang kasih yang rela berkorban—yang kita berikan dan kita terima—seperti Yesus yang terlebih dahulu mengasihi kita (1 Yohanes 4:19). Dan saat kita melakukannya, kiranya kita dapat memancarkan kasih-Nya kepada dunia serta menyambut orang lain untuk bergabung bersama kita.
GOD bless!

Share Artikel ini
Copyright © GBA Center 2024. | Newsphere by AF themes.