Arsip

Sosial Media GBA Center

15 January 2026

Gerakan Baca Alkitab

Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup

Keep In Faith | 1 Tesalonika 5:17 (TB)

2 min read
Keep In Faith

Keep In Faith 1 Tesalonika 5:17

“Tetaplah berdoa.” 1 Tesalonika 5:17 (TB)

Ada saatnya ketika kita bertanya-tanya bagaimana kita bisa tetap percaya ketika doa-doa kita bahkan tidak menerima jawaban. Ulang berulang kita mendoakan hal yang sama. Berlutut sampai kepala di tanah, dengan air mata, dalam kegelapan, —namun tetap saja kita tidak menerima jawaban. Lagi dan lagi. Hati kita ingin berseru, “TUHAN, di manakah Engkau? Apakah Engkau mendengarku? Mengapa tidak ada perubahan terjadi? Bukankah Firman-Mu berkata jika kita percaya maka kita akan menerima? Tetapi mengapa tidak ada? Dapatkah aku tetap percaya pada-Mu?”

KebenaranNya adalah bahwa TUHAN tidak menjawab doa tepat seperti yang kita mau atau pikirkan! Seringkali, doa bekerja seperti misalnya kita meminta sebuah kue yang indah, dihiasi dengan cantik dan sempurna. Tetapi IA memberikan kepada kita tepung, gula, dan telur. Bukan karena IA memberikan sepotong-sepotong saja, tetapi karena IA mau kita membuat kue tersebut bersama-Nya! Bagi TUHAN, proses itu adalah hal penting. TUHAN lebih peduli tentang menjadi seperti apa kita bersamaNya, daripada apa yang kita bisa dapatkan dariNya!

Dan terkadang IA tidak memberikan ‘kue utuh’ sebab doa bukan tentang apa yang kita inginkan tetapi caraNya menunjukkan yang IA inginkan, sebab yang IA inginkan sebenarnya adalah yang sungguh paling kita butuhkan. (Filipi 4:9). Dan terkadang menunggu jawaban doa itulah jawaban yang kita butuhkan. Seringkali di ruang antara inilah kita belajar apa arti sebenarnya dari percaya, bergantung, dan berserah. Bukan hanya teori, tetapi prakteknya.

Itulah kuasa doa! Bukan tentang perubahan di sekitar kita, tetapi tentang perubahan dalam diri kita. Sebab terkadang TUHAN tidak memindahkan gunung, tetapi melatih kita memanjat gunung tersebut. Karena itu, bahkan ketika terasa tidak ada jawaban doa, tetaplah berdoa, tetaplah percaya! Sekalipun doa kita tidak dijawab sesuai keinginan kita, marilah kita percaya bahwa TUHAN menjawabnya dengan cara yang kita butuhkan.

Dan berdoalah sampai apa yang kita inginkan menjadi kurang penting, dan apa yang TUHAN inginkan menjadi lebih penting. Berdoalah sampai kita dapat berkata, “Namun bukan seperti yang aku kehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”

Seseorang pernah berkata, “Kita tidak seharusnya takut jika Tuhan tidak memberi kita apa yang kita minta. Kita seharusnya takut ketika Dia memberikannya.” Perjuangan kita dengan doa-doa yang tidak terjawab mungkin merupakan pelajaran seumur hidup tentang kepercayaan, ketergantungan, dan penyerahan diri. Ketika kita merasa ingin mempertanyakan Tuhan, mari kita berhenti sejenak untuk memeriksa hati kita sendiri, dan bertanya —apakah saya mencari kehendak-Nya, atau kehendak saya sendiri? Dan bahkan ketika kita tidak memahami jalan-Nya, kita masih dapat beristirahat dalam kebenaran ini: TUHAN selalu bekerja, dan Dia selalu dapat dipercaya.
GOD bless!

Share Artikel ini