Compassion Heart | Kolose 3:12 (TB)
2 min read
Compassion Heart
Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. (Kolose 3:12 TB)
Template hari ini bukan tentang memberi boneka yang akan penulis bahas, melainkan kebaikan yang ditujukan kepada orang yang terabaikan. Penulis jadi teringat ketika waktu duduk di bangku SMP.
Tidak ada orang yang mau berteman dengan penulis. Kalau flashback ke masa itu, penulis tidak akan mempersalahkan siapapun. Siapa coba yang mau berteman dengan orang yang tidak menarik. Poni belah tengah, gigi tonggos, kacamata tebal, pakai rok sampai ke perut. Sebelum lanjut, penulis minta supaya pembaca mencari tahu di Google atau Artificial Intelegence supaya paham maksud dari penampilan penulis saat itu.
Mari kita lanjut pembahasan, ternyata masih ada yang mau berteman dengan penulis yang berpenampilan seperti itu. Ada seorang anak perempuan yang mau berteman dengan penulis. Ketika ditanya, jawabannya sangat sederhana, “saya tidak peduli apa kata teman-teman yang lain! Saya tetap akan berteman dengan kamu.” Belasan tahun kemudian, penulis mengajukan pertanyaan ketika bertemu dengannya kembali, “mengapa saat itu kamu mau berteman dengan saya?” Ia menjawab, “hati saya tergerak oleh belas kasihan.” Selama lebih dari lima tahun penulis mencari tahu arti dari kata tersebut dan akhirnya teringat, kalau beberapa tahun yang lalu penulis sudah menemukan dan hari ini penulis mencari tahu kembali arti dari kata tersebut.
Arti dari belas kasihan ialah kemampuan untuk melihat penderitaan orang lain. Lebih kuat dari empati karena tidak hanya merasakan penderitaan orang lain melainkan disertai tindakan nyata untuk mengurangi penderitaannya. Pemahaman tersebut tumbuh dari gaya hidup membaca dan meneliti Alkitab.
Memiliki gaya hidup membaca dan meneliti Alkitab memampukan kita untuk merasakan penderitaan orang-orang yang sakit, kelaparan, dan dikucilkan. Perlakuan Kristus kepada mereka harus dibawa ke dalam kehidupan kita. Kembali pada teman penulis, ia tidak pernah baca Alkitab, tetapi dapat menunjukkan belas kasihan. Kita yang sudah memiliki gaya hidup membaca dan meneliti Alkitab tidak boleh kalah dengannya. Karena cinta yang tanpa batas sudah diketahui dan harus ditunjukkan kepada banyak orang, seperti yang sudah dilakukan oleh Kristus
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber: https://alkitab.sabda.org/commentary.php?passage=Kol%203:12


