Little Puppy | Matius 15:27 (TB)
2 min read
Little Puppy Matius 15:27
Kata perempuan itu: “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.” Matius 15:27 (TB)
Ia tak meminta banyak, hanya remah-remah, .. dan sebuah keajaiban! Ia seorang ibu yang berjuang demi kesembuhan anaknya, seorang ibu yang melanggar setiap aturan demi mencapai Seseorang yang ia yakini dapat menyembuhkan anaknya. Ia tidak punya latar belakang yang ‘tepat’, dan tidak termasuk bangsa yang terpilih. Tetapi anaknya sangat menderita dan butuh pertolongan segera. Ia percaya jika ia dapat mendekati Yesus, maka remah-remah dari kebaikanNya pun akan cukup.
Karena itu ia datang dan berseru-seru memohon belas kasihan Yesus. Awalnya Yesus tidak menjawab, dan murid-murid Yesus pun mengusirnya. Lalu Yesus berkata, “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 15:24). Setelah penolakan, ia tetap tidak pergi, malah mendekat, berlutut dan menyembah Yesus, serta berbisik, “TUHAN, tolonglah aku.”
Mungkin banyak dari kita merasa bahwa jawaban Yesus yang mengatakan bahwa tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing, —seolah menyamakan ibu ini dengan anjing,— kasar dan menyakitkan. Namun dalam bahasa aslinya, bahasa Yunani, menggunakan kata kynarion yang berarti seekor anak anjing kecil yang lucu, peliharaan yang disayang dan dibawa mendekat. Yesus tidak sedang mempermalukannya, Yesus sedang berusaha menggali imannya lebih dalam lagi. Yesus memberinya ruang untuk menunjukkan iman yang sangat langka.
Lalu ia menjawab bahwa anak anjing kecil yang lucu dan disayangi itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya. Ia tidak membantah dan tidak tersinggung dengan kata-kata Yesus. Ia hanya percaya bahwa bahkan remah-remah dari cinta-Nya Yesus pun akan cukup untuk menyembuhkan anaknya.
Yesus tidak perlu dibujuk, hatiNya sudah penuh dengan belas kasihan. Namun Yesus ingin menunjukkan pada dunia bagaimana iman yang dibungkus dengan kerendahan hati itu menyentuh surga. Lalu saat itu juga, anaknya sembuh. Tanpa upacara, tanpa penundaan. Hanya belas kasihan murni yang mengalir langsung dari hati-Nya.
Mungkin saat ini ada dari kita yang sedang berjuang dan menangis, sedang menunggu, dan bertanya-tanya. Mungkin Anda merasa tidak kompeten, atau minder dengan masa lalu yang kacau balau. Ketahuilah, kita tidak perlu pengakuan, juga tidak perlu menjelaskan diri kita. Kita hanya perlu datang padaNya! Karena bahkan hanya remah-remah dari Yesus saja bisa membawa kesembuhan.
Bukan tentang roti. Ini adalah tentang siapa Yesus dan bagaimana iman kita melihatNya dengan jelas, bahkan ketika keadaan sedang tidak baik-baik saja. Biarlah kisah ini mengingatkan kita bahwa Yesus menyediakan kesempatan bagi mereka yang diabaikan dunia. Hanya dengan kalimat, “Anjing kecil pun makan remah-remah yang jatuh..” — pintu pun terbuka. Bukan hanya bagi wanita Sirofenesia tersebut, tapi bagi kita semua yang mau datang padaNya. Amin.
GOD bless!


