Arsip

Sosial Media GBA Center

25 July 2024

Gerakan Baca Alkitab

Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup

The Pig And The Dog | Ayub 23:5 (TB)

2 min read
The Pig And The Dog

The Pig And The Dog Ayub 23:5

“Maka aku akan mengetahui jawaban-jawaban yang diberikan-Nya kepadaku dan aku akan mengerti, apa yang difirmankan-Nya kepadaku.” Ayub 23:5 (TB)

Meski judul renungan hari ini aneh dan tidak biasa dan bahkan terkesan kurang β€˜rohani’, namun biarlah renungan ini mengajarkan pelajaran berharga mengenai sifat dasar dan karakter yang unik dari dua mahluk ciptaan Tuhan ini. Si babi dan si anjing.

Kita semua tahu bahwa kehidupan seekor babi tidak pernah jauh dari lingkaran kubangan. Tempat yang kotor, berlumpur, dan bau adalah tempat kesenangan si babi. Sebersih apapun seekor babi dimandikan, sewangi atau senyaman apapun tempat yang kita sediakan bagi si babi, itu tidak akan ada artinya. Sebab babi akan kembali ke tempat kesenangannya yaitu kubangan yang berlumpur dan kotor. Babi tidak akan merasa bersyukur jika dimandikan atau disediakan tempat yang bersih dan nyaman. Ia tidak akan berterima kasih atau menyayangi orang yang memberinya makan. Sebab babi menikmati kubangannya.

Berbeda dengan seekor anjing. Seekor anjing bukan hanya akan sangat mensyukuri saat ia dipelihara dengan baik, dimandikan, diberi makan, dan disediakan tempat yang nyaman. Seekor anjing akan sangat menyayangi orang yang memberinya makan, apalagi jika orang tersebut sampai mengurus dan menyayanginya. Si anjing akan menyayanginya lebih dari dirinya sendiri. Betapa pun si anjing dipukuli, dikasari, atau ditelantarkan tanpa dirawat, si anjing akan tetap kembali pada orang yang memberinya makan. Si anjing akan tetap merasa senang dan menunjukkan rasa terima kasih pada si pemberi makan. Bahkan si anjing akan melakukan apapun yang diperintahkan oleh si pemberi makan. Dan akan menunjukkan kesetiaan sepanjang hidupnya kepada pemiliknya.

Belajar dari dua jenis karakter ini, jika kita seorang pemilik, tentunya kita akan merasa senang dengan karakter si anjing. Kita akan merasa senang saat apa yang kita lakukan dihargai. Merasa bahagia saat kita mencintai dan peduli, lalu balik dicintai bahkan sangat sangat dicintai melebihi dari apapun yang lain. Merasa senang saat ditaati, dan bangga terhadap kesetiaan.

Bukankah TUHAN pun seperti itu? Jika dalam hubungan kita bersama TUHAN kita memiliki karakter si anjing, betapa hati TUHAN disenangkan oleh kita! Dan saat IA disenangkan, kasih setia, perlindungan, penyertaan dan berkat-berkatNya akan IA curahkan bagi kita, milik kesayanganNya! Hari ini mari belajar untuk memiliki karakter si anjing dalam hubungan kita bersama TUHAN. Lalu siapkan diri kita menerima curahan kasih sayangNya! Amin.
GOD bless!

Share Artikel ini
Open chat
Butuh Bantuan!
Shalom! πŸ‘‹πŸ»
Ingin bertanya tentang Gerakan Baca Alkitab dan pelayanannya? πŸ™πŸ»

Kami melayani chat dari Jam 9.00 - 17.00 WIB
can't talk, whatsapp only