My Music | Filipi 4:8 (TB)
3 min read
My Music Filipi 4:8
“Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” Filipi 4:8 (TB)
Film serial Kpop Demon Hunter Adalah sebuah film animasi Amerika Serikat yang bercerita tentang sekelompok penyanyi K-pop sekaligus pembasmi iblis yang harus berhadapan dengan sekelompok penyanyi boyband iblis. Film ini membuat saya bertanya-tanya, “Apakah musik yang saya dengarkan membuat saya menjadi musuh Salib?”
Saya sering berpikir ‘musuh Salib’ berarti pemberontakan dan penolakan iman yang keras atau ketidakpercayaan dan ketidaktaatan terhadap eksistensi TUHAN. Tetapi Rasul Paulus memberikan peringatan yang serius: mereka yang memikirkan hal-hal duniawi hidup sebagai musuh juga. (Filipi 3:18-19). Ia merujuk pada mereka yang teralihkan perhatiannya, bukan hanya yang membangkang. Kehilangan arah dan nilai-nilai Kristus untuk mengikuti dunia.
Dan musik dapat melakukan persis seperti itu! Apakah daftar lagu saya telah menarik saya untuk menormalisasi nilai-nilai duniawi tertentu? Dalam film tersebut, musik bukan sekadar hiburan atau suara latar yang tidak berbahaya. Ini adalah medan pertempuran untuk jiwa, perang untuk hati dan kasih sayang.
Sebagian musik menyembuhkan. Sebagian lagi menipu, mengalihkan perhatian, dan bahkan perlahan-lahan dapat menghancurkan. Bukan dengan paksaan, tetapi sebagai lagu yang memikat. Terbungkus dalam kedok makna, rasa memiliki, dan penerimaan, musik dapat memberi kita harapan palsu dan janji-janji yang tidak dapat ditepati oleh dunia. Kita mungkin tidak melihat berhala setan secara harfiah hari ini, tetapi ada pertempuran spiritual aktif di balik musik dan pesan yang kita serap.
Apa yang terdengar ‘menarik’ dan ‘bersemangat’ dapat menjauhkan kita dari apa yang suci. Musik itu kuat, dan tidak netral. Musik dapat membangkitkan semangat, seperti mazmur-mazmur Daud. Bisa menghancurkan benteng-benteng yang kuat, seperti Tembok Yerikho (Yosua 6:1-21). Atau mengalihkan perhatian dan mencemarkan nama baik, seperti lagu-lagu yang menyesatkan manusia, bahkan bisa dipakai untuk penyembahan kepada dewa-dewa. (Daniel 3:5).
Kita tidak dapat menyangkal bahwa musik ada di mana-mana—di pusat kebugaran, kafe, mal, dan media sosial kita. Ini adalah kehadiran yang terus berkembang dan membentuk kita lebih dari yang kita duga. Dan karena pengaruhnya seringkali halus dan tak terlihat, kita perlu lebih jeli. Jadi mungkin sudah saatnya kita memperhatikan apa yang kita izinkan untuk diakses hati kita, apa yang kita biarkan hati kita konsumsi (Filipi 4:8).
Ini bukan ajakan untuk membersihkan daftar lagu kita. Atau untuk memberi label lagu ‘baik’ atau ‘buruk’. Ini adalah ajakan untuk merenungkan: Apa yang sedang dikonsumsi hati saya? Apa yang saya izinkan hati saya cintai? Apakah itu membangkitkan kasih sayang saya kepada Kristus, atau menarik saya ke arah dunia?
Jadi, apakah musik yang kita dengarkan membuat kita menjadi musuh Salib? Renungan hari ini bukan untuk memberi tahu Anda apa yang harus didengar atau dihentikan. Tetapi untuk mengajak Anda berpikir lebih dalam tentang apa yang menyenangkan hati TUHAN. Musik adalah anugerah. Musik dapat membangkitkan semangat dan menghibur jiwa. Tetapi musik juga dapat membentuk pikiran, keinginan, dan nilai-nilai yang kita jalani.
Dengan kehendak bebas yang telah TUHAN berikan kepada kita dengan penuh kasih, semoga kita mengelola musik dengan bijaksana, memperhatikan apa yang kita berikan kepada jiwa kita. Sehingga hati kita selalu ditarik lebih dekat kepada Kristus. Amin.
GOD bless!


