Music Therapy | 1 Samuel 16:23 (TB)
2 min read
Music Therapy
Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Allah itu hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul merasa lega dan nyaman, dan roh yang jahat itu undur dari padanya. (1 Samuel 16:23 TB)
Judul renungan hari ini terinspirasi dari tugas akhir kuliah strata satu sang adik. Sejak awal judul tersebut dicanangkan, sejak saat itu pula penulis menantikan waktu yang tepat untuk membahasnya dalam renungan. Hari ini adalah waktu yang tepat dan penulis akan menjelaskan dengan singkat serta mengaitkannya dengan nats di atas.
Secara sederhana, terapi musik menjelaskan tentang elemen musik dan suara yang menstimulus otak. Musik yang didengar memberikan kesembuhan secara bertahap bagi fisik dan mental. Betkaitan dengan hal tersebut, penulis ingin nyatakan bahwa tidak semua musik mampu melakukannya – hanya sebagian musik pop, dan seluruh musik klasik; musik instrumental dan musik rohani. Dari semua genre, penulis akan membahs lebih dalam tentang musik instrumental dan setelhanya ada satu jenis musik lainnya yang akan penulis bahas. Mari kita bahas.
Pertama, pennulis membahas musik instrumental. Jika dikaitankan dengan nats di atas, kita akan menemukan alat musik yang dimainkan oleh Daud, yaitu kecapi. Membuat Saul merasa lega dan nyaman setiap kali alat musik tersebut dimainkanIa sebab roh jahat telah undur dari dirinya. Tidak semua orang diberikanNya kemampuan memainkan alat musik seperti Daud, tetapi diarahkanNya banyak orang yang tidak hanya mampu memainkan alat musik, tetapi mampu menciptakan lagu kemudian diunggah ke YouTube dan Spotify. Dengan kata lain, tidak hanya menemukan musik instrumental, melainkan jenis musik lainnya yang telah penulis uraikan. Dari beberapa jenis musik selain instrumental, penulis juga akan membahas tentang musik rohani.
Musik rohani yang ditemukan dalam YouTube dan Spotify memberikan dampak yang lebih kuat mengingat intensitas permainan alat musik yang didengar lebih sering dari kecapi yang dimainkan oleh Daud. Setiap kali mendengarkan musik rohani, kita merasakan tanganNya menjamah dam memulihkan dari gangguan psikologis dan roh jahat. Daud hanya memainkan kecapi beberapa kali, tetapi musik rohani didengar setiap hari. Intensitas mendengarkan musik tersebut harus dibarengi dengan menyanyikan secara berulang-ulang serta menaikkan mazmur.
Tuhan, terima kasih sudah menjelaskan bahwa musik adalah terapi bagi jiwa. Sekarang, saya berkomitmen untuk memberitahukannya kepada sesama setiap kali mereka membutuhkan terapi bagi jiwa. Amin!
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber:


