Because Worship Wins | Kisah Para Rasul 16:25 (TB)
2 min read
Because Worship Wins Kisah Para Rasul 16:25
“Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.”
Saat itu tengah malam, ketika Paulus dan Silas bernyanyi di penjara itu. Mereka tidak bertanya mengapa. Mereka tidak menunggu penyelamatan. Bahkan tak ada penghiburan. Hanya ada rasa sakit dan keheningan. Mereka terluka, memar, dan berdarah, tetapi tetap percaya. Mereka tidak mengutuk para penjaga. Mereka tidak berteriak ketakutan. Mereka menggunakan bibir mereka untuk hal yang paling penting, yaitu mengangkat penyembahan. Nyanyian pujian yang keluar dari rasa sakit mereka. Dan penyembahan mereka menembus kegelapan, langsung menuju pelataran Surga.
Lalu tiba-tiba, tanah berguncang. Belenggu-belunggu terlepas. Pintu-pintu terbuka lebar. Bukan hanya milik mereka tetapi milik semua orang. Sebab pujian tengah malam tidak hanya bergema, melainkan meledak! Iblis mengira sel penjara akan membungkam mereka.
Namun Tuhan mengubahnya menjadi sistem suara. Sel itu menjadi pengeras suara untuk kemuliaan. Dinding-dinding yang dimaksudkan untuk memerangkap penyembahan mereka, malah memperkuatnya.
Sel itu berguncang. Dinding-dinding runtuh, karena penyembahan menang! Yesus ada di sana. Dalam penyembahan itu. Dalam goncangan. Kepala penjara menghunus pedangnya untuk mengakhiri semuanya. Ia pikir ceritanya sudah berakhir. Namun Paulus berseru: “Jangan celakai dirimu. Kami semua di sini.” Dan pada saat itu, sesuatu yang lebih besar daripada rantai pun hancur. “Apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?” tanyanya. Dan malam itu juga, seluruh isi rumahnya percaya. Yesus tidak hanya membebaskan Paulus dan Silas. IA menarik seluruh keluarga kepala penjara. Karena terkadang, TUHAN mengguncang bumi untuk menyelamatkan jiwa.
DIA tidak hanya mengguncang penjara. DIA mengguncang hati seseorang. Dan melalui satu tindakan pujian itu, seluruh keluarga diselamatkan. Itulah yang Yesus kita lakukan. DIAlah yang memberi mereka sebuah nyanyian dalam keheningan. DIA yang mengguncang tanah dengan bisikan kemuliaan. DIA yang menjangkau penjara untuk menyelamatkan jiwa. Ini bukan sekadar kisah penjara, ini adalah momen di mana Yesus menyatakan diri-Nya. Yesus βSang Pemutus Rantai, Sang Penyelamat Jiwa, Sang Penggerak Tengah Malam.
DIA mengubah penjara menjadi mimbar. Kepedihan menjadi tujuan. Tengah malam menjadi pagi. Jadi, jika Anda berada di tempat yang gelap saat ini, jangan menunggu rantai jatuh untuk bernyanyi, jangan menunggu kebebasan untuk memuji. Bernyanyilah, dan biarkan rantai jatuh. Biarkan nyanyian kita tetap menggema. Biarkan penyembahan kita berbicara dalam keheningan. Biarkan iman kita bergerak sebelum terobosan. Karena Yesus yang sama yang bergerak untuk mereka, masih bergerak untuk kita. Dan karena bahkan di lembah terendah kita pun, DIA tetap Nama tertinggi. Amin!
GOD bless!


