Kita Belum Tahu.. | Matius 4:19a (TB)
2 min read
Kita Belum Tahu ... Matius 4:19a
Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku,” Matius 4:19a (TB)
Saat Zakheus naik ke atas pohon untuk melihat Yesus, ia belum tahu bahwa hari itu adalah hari terakhir ia menjadi orang yang ditolak oleh bangsanya. Ia bertemu dengan Yesus yang melihat melampaui kekurangannya, bersedia bermalam di rumahnya, dan menyambutnya dalam keluarga rohani baru, yang menerimanya sepenuhnya dan membantunya memulai kehidupan yang baru. (Lukas 19:5-10)
Saat seorang perempuan melanggar hukum tradisi, dan keluar rumah dalam keadaan pendarahan, bahkan berusaha menyentuh seorang pria, —ia belum tahu bahwa ia akan berhenti dari pendarahan yang telah mengikatnya sehingga ia terus menerus sakit dan lemah, hidup dalam kegelapan, dan tidak bisa bersosialisasi selama 12 tahun! Hari itu juga ia mengalami kebebasan yang ia doakan. Tak lagi terikat atau terkekang, dan bisa melangkah bebas ke dalam terang sebagai pengikut Kristus yang setia. (Markus 5:25-34)
Saat perempuan pezinah diarak massa siap untuk dibunuh dengan cara dirajam batu, ia belum tahu bahwa kesempatannya dipakai sebagai alat mencobai Yesus mendatangkan pengampunan dan kesempatan kedua untuk hidup. Tak satu pun batu penghukuman yang menyentuhnya hari itu. Dunia memandangnya najis dan pantas mati, tetapi Yesus memandangnya sebagai seseorang yang layak menerima kasih-Nya. (Yohanes 8:3-11)
Saat ikut berseru-seru minta tolong bersama para pesakit kusta Yahudi, ia belum tahu bahwa Yesus akan mendengar tangisannya dan memandangnya dengan belas kasih. Yesus tidak hanya menyembuhkan tubuhnya, tetapi juga memulihkan martabatnya, kepercayaan dirinya, masa depannya, dan hatinya. Yesus membawa keutuhan di mana orang lain tidak dapat melakukannya. (Lukas 17:13-19)
Kita belum tahu.., tapi satu hal yang pasti bahwa kita hanya membutuhkan satu kali pertemuan dengan Yesus dan keajaiban terjadi! Yesus selalu mengubahkan, menyembuhkan, dan memulihkan kita dan membawa kita kepada sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. Siapa pun kita, di mana pun kita berada, atau apa pun perasaan kita, yakinlah betapa agungnya TUHAN kita yang memperbarui kita—tubuh, hati, jiwa, dan pikiran kita. Amin.
GOD bless!


