Arsip

Sosial Media GBA Center

14 September 2025

Gerakan Baca Alkitab

Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup

The Broken Soul | Roma 8:26-27 (TB)

2 min read
The Broken Soul

The Broken Soul Roma 8:26-27

“Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.” Roma 8:26-27 (TB)

Terkadang, orang yang kata-katanya paling jahat dan menyakitkan adalah orang yang paling hancur jiwanya. Karena itu saat kita melihat, mendengar, atau bertemu dengan orang-orang yang demikian, janganlah cepat menghakimi, tetapi belajarlah untuk memahami alasan di balik kata-kata yang jahat.

Alkitab mencatat salah satu perkataan paling jahat yaitu yang diucapkan oleh istri Ayub kepada Ayub: “Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!” (Ayub 2:9). Sungguh perkataan yang sangat jahat, bukan? Namun, cobalah kita menempatkan diri pada posisinya.

Dalam pasal sebelumnya diceritakan bahwa musibah datang dan semua anaknya mati di hari yang sama! (Ayub 1: 18-19). Belum lagi ia kehilangan seluruh hartanya sekaligus, juga di hari yang sama. (Ayub 1:13-17). Lalu satu-satunya yang tersisa hanya suaminya Ayub, tetapi tidak dalam keadaan baik. Ayub terkena penyakit yang menjijikkan yaitu barah busuk dari ujung kepala sampai ujung kaki. (Ayub 2:7). Secara harfiah ia kehilangan segalanya!

Meskipun kata-katanya kedengaran sangat jahat, namun dengan memahami apa yang barusan dia alami, kita mengerti bahwa ucapannya keluar dari luka hati yang begitu dalam dan jiwa yang remuk. Dan luar biasanya, tidak ditemukan satu ayat pun dalam Alkitab yang mencatat bahwa TUHAN marah atau menghukum istri Ayub akibat perkataannya. Bahkan hanya mencela pun tidak ada. Saya yakin, TUHAN tahu bahwa ia sedang sangat-sangat menderita, dan TUHAN mengerti, TUHAN peduli.

Mari belajar memahami, —bukan menghakimi—, alasan di balik segala perkataan dan perbuatan. Sebab kita tidak pernah tahu seberapa menyakitkan kisah hidup yang telah dialami sehingga bisa mengeluarkan kata-kata yang sedemikian buruknya. Kita tidak pernah tahu seberapa dalam lukanya, seberapa hancur jiwanya. Hari ini, mari belajar melihat orang lain dengan mata Kristus, menilai orang lain dengan karakter Kristus. Amin.
GOD bless!

Share Artikel ini
Copyright © GBA Center 2024. | Newsphere by AF themes.