Arsip

Sosial Media GBA Center

9 September 2025

Gerakan Baca Alkitab

Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup

The Pearl | Roma 8:18 (TB)

2 min read
The Pearl

The Pearl Roma 8:18

“Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.” Roma 8:18 (TB)

Menurut saya, mutiara adalah jenis perhiasan wanita yang tidak selalu memberi kesan glamour, sangat mewah, ataupun sangat gemerlap. Namun selalu meninggalkan kesan anggun, kalem, dan terhormat. Karena itu mutiara seringkali menjadi pilihan perhiasan favorit bagi kalangan wanita yang lebih dewasa.

Mutiara yang indah ternyata terbentuk dari rasa sakit yang luar biasa. Jadi mutiara alami dibuat oleh moluska, —sejenis kerang atau tiram—, sebagai mekanisme pertahanan terhadap benda asing yang masuk ke dalam cangkangnya. Ketika partikel asing —seperti pasir, kerikil, atau parasit— masuk ke dalam cangkang kerang, maka untuk melindungi diri, mantel kerang akan mengeluarkan zat nacre (mutiara) yang kental seperti gel. Zat ini berfungsi untuk melindungi moluska dari rasa sakit akibat iritasi dari gesekan pasir, kerikil, atau parasit, dengan harapan pasir dan kerikil ini bisa keluar dari tubuh moluska.

Pada kenyataannya pasir dan kerikil tersebut tidak akan pernah keluar dari tubuh tiram. Karena jika pasir dan kerikilnya hilang maka tiram pun akan berhenti menghasilkan zat, sehingga mutiara pun tidak akan terbentuk. Kehadiran pasir dan kerikil terus menerus membuat tiram semakin sakit, sehingga memproduksi lebih banyak lagi lapisan zat. Semakin sakit tiram, maka zat yang dihasilkan akan semakin berlapis-lapis.

Proses ini terus berulang dan seiring waktu, lapisan-lapisan tersebut membentuk butiran mutiara yang berkilau di dalam cangkang kerang. Semakin banyak lapisan yang dihasilkan oleh kerang, butiran mutiara yang terbentuk pun akan semakin indah, berkilau, dan bernilai tinggi.

Seperti mutiara, terkadang ‘pasir dan kerikil’ yang TUHAN izinkan masuk dalam hidup kita menyesakkan dan menyakitkan. Namun, belajar dari mutiara, dengan kehadiran ‘pasir dan kerikil’ yang menyakitkan tersebut, kita sendiri harus berusaha untuk mengasah karakter kita. Jelas tidak mudah. Dan seperti mutiara, prosesnya adalah sakit berkepanjangan. Namun percayalah, rasa sakit itu akan membentuk hidup kita menjadi semakin indah dan berkenan di hadapan TUHAN. Amin.
GOD bless!

Share Artikel ini
Copyright © GBA Center 2024. | Newsphere by AF themes.