Arsip

Sosial Media GBA Center

9 August 2025

Gerakan Baca Alkitab

Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup

Morning Prayer | Mazmur 5:8-9 (TB)

2 min read
Morning Prayer

Morning Prayer

Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau. TUHAN, tuntunlah aku dalam keadilan-Mu karena seteruku; ratakanlah jalan-Mu di depanku. (Mazmur 5:8-9 TB)

Mentari pagi telah kembali terbit. Pertanda bahwa aktivitas sudah kembali dimulai. Dengan cara apakah kita terbangun di pagi hari?

Menggunakan alarm handphone atau jam yang terletak di meja; menggunakan rundown yang diingatkan kembali melalui wake up call. Tentu  sebelumnya telah mendengar pernyataan dari beberapa orang mengenai afirmasi. Apa maksudnya?

Merupakan kata-kata positif yang diucapkan dengan penuh kesadaran dan berulang-ulang mengenai diri sendiri. Mengaktifkan kinerja otak untuk selanjutnya memengaruhi sikap serta tindakan yang dilakukan. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan pernyataan tersebut, hanya saja tidak menjadi tepat kalau tidak kembali pada Alkitab.

Bagaimana bisa kembali pada Alkitab jika yang diingat pertama kali saat membuka mata bukanlah bersaat teduh serta menaikkan pujian, penyembahan dan doa melainkan mengucapkan kalimat afirmasi? Tidaklah mengherankan jika kecenderungannya ialah menganggap diri sendiri lebih hebat dari Tuhan padahal hakikatnya bukanlah pencipta melainkan ciptaan. Dengan bersaat teduh serta menaikkan pujian, penyembahan dan doa, maka setiap kata-kata positif yang terucap ialah memuliakan Allah.

Memuliakan Allah sebagai bentuk kepercayaan kita bahwa Allah yang disembah benar nyata dan hidup. Kita ambil contoh dari nats di atas.

Meminta setiap pagi dalam doa agar diberikanNya hati yang takut akan Dia; meminta kekuatan dariNya agar dapat bangkit dari keterpurukan; meminta padaNya agar melindungi dari orang jahat dan permintaan lainnya yang berkaitan dengan ayat Firman Tuhan yang dibaca dan direnungkan saat itu. Hingga tiba waktunya beraktivitas, apa yang kita minta padaNya dan kita terima dariNya  diucapkan dalam hati atau mulut, seperti saya percaya bahwa Tuhan menolong agar dapat bekerja dengan penuh integritas; saya percaya bahwa saya kuat melewati pergumulan hari ini berkat campur tanganNya; dimanapun saya berada pasti dilindungi oleh Tuhan. Dari beberapa contoh yang penulis uraikan dapat terlihat perbedaanya, bahwa kalimat afirmasi yang diucapkan setelah doa dan bersaat teduh tidak lagi berfokus bagi diri sendiri tetapi Tuhan, termasuk ketika menghadapi tantangan dan pergumulan.

Tuhan, saya akan terus berkomitmen untuk memulai hari dengan bersaat teduh serta menaikkan pujian, penyembahan dan doa. Agar saya selalu teringat untuk memuliakan Engkau dalam aktivitas yang dilakukan sepanjang hari. Memuliakan Engkau dengan menyatakan bahwa Engkau penuh kasih setia dan senantiasa campur tangan dalam hidup saya. Amin!

Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!

Sumber:

  1. https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=19&chapter=5&verse=8
  2. https://blog.innertune.com/is-it-okay-for-christians-to-say-affirmations/
  3. http://bit.ly/47a8PjV
Share Artikel ini