Arsip

Sosial Media GBA Center

1 November 2025

Gerakan Baca Alkitab

Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup

Genie, Make A Wish | Lukas 18:7 (TB)

2 min read
Genie, Make A Wish

Genie, Make A Wish Lukas 18:7

“Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?” Lukas 18:7 (TB)

Seringkali, kita berpikir bahwa di masa-masa sulit, kita harus —paling pertama dan segera— datang kepada TUHAN. Itu adalah nasihat yang baik dan saleh… Benarkah? Mungkin jawabannya adalah : Tidak! Mengapa? Mari kita renungkan! Mungkin masalah telah begitu membutakan kita, sehingga kita mengubah doa menjadi alat untuk memperbaiki keadaan dan masalah yang ada, dan menganggap TUHAN sebagai Genie (Aladin), si jin lampu yang memberikan keinginan kita saat kita menggosok ‘lampunya’! Kita hanya datang pada TUHAN saat kita butuh sesuatu dari-Nya!

Tanpa kita sadari kita telah jatuh dalam perangkap iblis yang membuat kita meragukan TUHAN, membuat kita lelah dan putus asa saat TUHAN tidak memberikan apa yang kita inginkan. “Mungkin TUHAN tidak peduli.” “Apakah TUHAN sungguh mendengar doaku?” “Apakah aku bahkan bisa menyebut diri anak TUHAN?” Dan banyak lagi pertanyaan pribadi yang meragukan TUHAN.

Namun doa selalu dimaksudkan untuk mendekatkan kita kepada TUHAN. TUHAN merindukan keintiman yang lebih dalam bersama kita. Seperti seorang anak yang berbincang dan menghabiskan waktu dalam keakraban tulus bersama ayahnya. Bukan hanya sekadar datang menyerahkan daftar keinginan untuk dicentang.

Hari ini mari periksa hati kita.
• Apakah kita berdoa kepada TUHAN untuk menunjukkan kehendak-Nya atau untuk memberitahukan kehendak kita?
• Apakah hubungan kita dengan-Nya didasarkan pada apa yang bisa kita dapatkan dari-Nya?
• Apakah harapan kita kepada TUHAN hanya untuk memuaskan keinginan daging kita?
Merenungkan pertanyaan-pertanyaan ini dapat mengungkapkan betapa kita telah salah memahami makna doa yang sebenarnya.

Apakah ini berarti kita tidak boleh berdoa untuk apa yang kita harapkan? Sama sekali tidak! Yesus sungguh-sungguh membawa beban-beban-Nya di hadapan TUHAN dan berdoa agar beban-beban itu diangkat juga (Lukas 22:42). Dan DIA melakukannya dengan rendah hati dan taat. Yesus berdoa: “Bukan keinginanKu, melainkan kehendakMu saja yang terjadi.”

Doa Yesus mengingatkan kita bahwa kita dapat mencari TUHAN dengan berani melalui permintaan kita, tetapi kita melakukannya dengan hati dan tangan terbuka, membiarkan DIA menjawab kita sesuai kehendak-Nya dan pada waktu-Nya. Tidak menuntut dan tidak marah. Karena doa bukan berpusat pada diri kita, tapi pada DIA, Sang Pemilik Segalanya.

Hari ini, mari merefleksi hidup kita. Jika kita mendapati doa-doa kita lebih condong ke arah kepentingan pribadi, mari belajar berdoa dengan cara yang memuliakan TUHAN, dengan postur yang menyenangkan-Nya—yaitu dengan kerendahan hati dan hati yang menyerahkan rencana, pikiran, dan emosi kita ke dalam tangan-Nya. Itulah bagian berkelanjutan dari pertumbuhan rohani.
Mari menjalani kehidupan doa yang mencari lebih dari sekedar berkat. Jangan berusaha mengaktifkan kuasa-Nya untuk memuaskan keinginan daging kita. DIA bukan Aladin si jin lampu! Mari memberi ruang bagi Roh Kudus untuk berbicara dan menyelaraskan hati kita dengan hati Tuhan. Amin.
GOD bless!

Share Artikel ini
Copyright © GBA Center 2024. | Newsphere by AF themes.