Baja VS Kaca | Amsal 27:17 (TB)
1 min read
Baja VS Kaca Amsal 27:17
“Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.” Amsal 27:17 (TB)
“Palu menghancurkan kaca tetapi membentuk baja”, pepatah ini sebenarnya digunakan dalam proses kedewasaan seseorang. Menjadi dewasa berarti kita harus menjadi kuat dan tegar seperti baja, dan tidak hanya menjadi berkilau, bagus dilihat, halus di permukaan, dan indah, tetapi rapuh dan mudah hancur seperti kaca.
Jiwa yang rapuh saat dihantam oleh ‘palu’ masalah, akan mudah putus asa, frustasi, kecewa, marah dan remuk redam. Juga rentan terhadap benturan, mudah tersinggung, kecewa, marah atau sakit hati. Dalam hubungan dengan orang lain, sedikit benturan saja, sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan hubungan yang ada, seperti kaca yang retak, pecah, dan hancur berkeping-keping.
Terbalik dengan baja, saat dihantam oleh ‘palu’ masalah, baja akan menjadi makin kuat, bentuknya menjadi semakin indah sesuai dengan pembentukan dari hantaman palu. ‘Mental baja’ adalah implikasi dari mental yang selalu positif, tetap bersyukur bahkan di tengah himpitan masalah dan keadaan sulit. Sebab si mental baja menyadari bahwa setiap masalah dan keadaan sulit adalah proses yang membentuk baja menjadi semakin indah dan berguna. Setiap hantaman palu memang menyakitkan, tetapi itu baik bagi baja yang sedang dibentuk.
Hari ini jika kita sedang ditindas oleh ‘palu’ masalah, janganlah merespon dengan sikap ‘kaca’! Jadilah ‘baja’ yang melihat hantaman-hantaman masalah adalah pelatihan agar kita menjadi semakin dewasa, memiliki karakter Kristus, dan bahkan menjadi berkat bagi orang lain. Sehingga kita pun dapat membantu menguatkan orang lain.
GOD bless!


