Arsip

Sosial Media GBA Center

13 October 2025

Gerakan Baca Alkitab

Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup

It Should Be | 2 Samuel 12:13 (TB)

2 min read
It Should Be

It Should Be 2 Samuel 12:13

Lalu berkatalah Daud kepada Natan: “Aku sudah berdosa kepada TUHAN.” Dan Natan berkata kepada Daud: “TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.” 2 Samuel 12:13 (TB)

Ada dua jenis orang di dunia ini yaitu orang bijaksana dan orang bebal. Orang bijaksana dan orang bebal atau bodoh sama-sama adalah manusia yang tidak sempurna. Ini berarti, baik orang bijaksana maupun orang bebal tidak terhindar dari melakukan perbuatan salah. Namun, yang membedakan orang bijaksana dan orang bebal adalah respon terhadap kesalahan yang diperbuat.

Firman renungan hari ini, mengajarkan pelajaran bijaksana dari kisah Raja Daud. Ia punya nama besar, terhormat dan agung. Karena penyertaan TUHAN, dan karena ketaatannya dan kehebatannya, Raja Daud hampir tidak pernah kalah dalam peperangan manapun. Kepiawaiannya dalam memimpin telah menyatukan Israel menjadi kerajaan yang besar pada zamannya. Ia raja yang agung dan terhormat yang mendatangkan kegentaran bagi para musuhnya.

Tetapi saat Nabi Natan datang menegur dan menunjukkan dengan jelas dosa yang dilakukannya, Raja Daud tanpa tedeng aling-aling, segera menyesal, lalu merendahkan diri, bertobat dan mengakui dosa dan kesalahannya di hadapan Nabi Natan. Daud memilih merendahkan hati untuk dididik TUHAN melalui teguran Nabi Natan. Raja Daud memang tercatat sebagai seorang raja yang berbuat dosa dan melakukan kejahatan pada anak buahnya sendiri, namun ia juga dikenang sebagai orang yang segera menyadari kesalahan, dan mau merendahkan hati untuk bertobat dari kesalahannya, setelah ditegur.

Raja Daud pun dikenal sebagai Raja yang sungguh-sungguh dikasihi TUHAN. Bahkan TUHAN berjanji pada Daud bahwa keturunan Daud akan tetap ada di hadapan TUHAN sampai selama-lamanya, oleh karena kehidupan Daud yang demikian berkenan di hati TUHAN.

Hari ini mari kita renungkan, orang seperti apakah kita? Apakah kita didapati TUHAN sebagai orang yang rendah hati, mau ditegur dan dikoreksi, bersedia segera bertobat saat berbuat salah, memiliki kedewasaan hati, dan selalu berusaha menjadi lebih serupa dengan Kristus dan berkenan padaNya? Marilah kita letakkan segala kehormatan dan kehebatan pencapaian kita di mata dunia, dan semua label yang diberikan dunia pada kita. Lalu rendahkan hati kita di hadapanNya! Sebab itulah yang harus kita lakukan.
GOD bless!

Share Artikel ini