Arsip

Sosial Media GBA Center

7 October 2025

Gerakan Baca Alkitab

Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup

Mau Mengaku Salah | 2 Samuel 12:13 (TB)

3 min read
Mau Mengaku Salah

Mau Mengaku Salah

Lalu berkatalah Daud kepada Natan: “Aku sudah berdosa kepada TUHAN.” Dan Natan berkata kepada Daud: “TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.” (2 Samuel 12:13 TB)

Sepandai-pandainya tupai melompat, suatu saat akan jatuh juga. Makna dibalik peribahasa tersebut bukanlah kepandaian seseorang dalam menyembunyikan kesalahan yang dibuat.

Makna sesungguhnya dari peribahasa tersebut ialah tak ada seorangpun yang tak pernah melakukan kesalahan. Yang dilakukan oleh setiap orang biasa atau berpengaruh; setiap orang dengan tingkat kecerdasan rendah hingga tinggi. Yang dilakukan oleh anak kepada orangtua, menantu dengan mertua atau sebaliknya; antara saudara kandung, sepupu, kerabat atau handai tolan. Tidak selalu karena belum mengerti atau tidak berhati-hati melainkan karena menuruti hawa nafsu dan tipu muslihat iblis. Kesalahan kecil begitu mudah untuk diakui tetapi tidak dengan kesalahan yang besar bahkan fatal. Contoh akan penulis uraikan supaya pembaca memahami maksud penulis pada paragraf ini.

Dari sekian banyak contoh, penullis hanya menguraikan satu saja karena akan membuat renungan hari ini menjadi semakin panjang. Penulis akan menguraikan contoh antara anak dengan orangtua.

Orangtua menasihati sang anak agar senantiasa menjaga diri tetapi kenyataannya tidaklah demikian. Akibat memilih teman dan pacar yang membuat nasihat tersebut terlupakan. Sang anak menggunakan narkotika dan obat-obatan terlarang, melakukan tindakan kriminal, melakukan hubungan seksual sebelum menikah atau sudah menikah tetapi melakukannya selain kepada istri atau suami yang sah. Sang anak yang dimaksud tidak selalu remaja tetapi juga orang dewasa. Apa yang baru saja penulis uraikan ternyata juga dilakukan oleh salah satu tokoh Alkitab yang sangat terkenal.

Setiap dari kita tentu tahu siapa yang dimaksud ketika mendengar tentang kisah perzinahan yang dilakukan terhadap Batsyeba. Kesalahan yang dilakukannya tidak berhenti sampai di situ karena Batsyeban hamil dan cepat atau lambat akan ketahuan oleh Uria, suami Batsyeba. Setiap dari kita tentu tahu bahwa ia menyusun strategi yang dapat dipastikan berhasil, yaitu menempatkan Uria paling depan dalam barisan pertempuran.

Saat Tuhan menyingkapkannya melalui Natan, ia tidak membela diri melainkan dengan berbesar hati mengakui apa yang telah ia perbuat dan menerima konsekuensi. Kembali pada contoh yang penulis uraikan. Kesalahan tak dapat selamanya dirahasiakan. Sang anak harus belajar dewasa dengan menjadikan kesalahan tersebut sebagai pembelajaran yang berharga dan mengabaikan semua perasaan yang muncul dalam hati, entah karena tidak sanggup mendengar amukan orangtua, tidak tega melihat orangtua menangis atau takut akan kondisi kesehatan orangtua yang memburuk. Konsekuensi yang diterima belum tentu seperti Daud karena Dia tahu batas kekuatan setiap orang saat menerimanya. Apa yang baru saja penulis uraikan kurang lebih sama dengan kesalahan yang dilakukan antara orangtua dengan anak; mertua dengan menantu atau sebaliknya; antara saudara kandung, sepupu, kerabat atau handai tolan. Percayalah bahwa amarah dan tangisan hanya sesaat dan pemulihan atas hubungan pasti segera terjadi.

Tuhan, saya menyadari bahwa lebih mudah mengakui kesalahan yang kecil daripada yang besar bahkan fatal. Jika suatu saat saya melakukan kesalahan yang besar bahkan fatal, tolong berikan saya keberanian. Saya percaya, segala ketakutan dalam hati tidak akan terjadi dan pengampunan akan diperoleh. Amin!

Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!

Sumber:

  1. https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=2Sam&chapter=12&verse=13&cmt=full
  2. https://jagokata.com/peribahasa/arti-sepandai-pandai+tupai+melompat,+sekali+waktu+jatuh+juga.html
Share Artikel ini
Copyright © GBA Center 2024. | Newsphere by AF themes.