Arsip

Sosial Media GBA Center

26 September 2026

Gerakan Baca Alkitab

Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup

Responsible Freedom | 1 Korintus 10:23 (TB)

2 min read
Responsible Freedom

Responsible Freedom

“Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.” (1 Korintus 10:23 TB)        

Konteks dari nats di atas adalah tentang berhala dan makanan. Dalam renungan hari ini, penulis akan membuat perbandingan antara zaman dahulu dengan sekarang.

Pada zaman dahulu, berhala berkaitan dengan roh jahat, tetapi di zaman sekarang, berhala berkaitan dengan manusia, entah dirinya sendiri maupun sesamanya manusia. Atas prestasi yang diraih dalam pendidikan; pencapaian tertinggi dalam pekerjaan; hubungan yang dijalin dengan seseorang atau sekelompok orang. Apa yang baru saja diuraikan akan penulis kaitkan dengan makanan.

Kalau zaman dahulu, makanan dijadikan sebagai sesajen, tetapi di zaman sekarang, makanan adalah bentuk jamuan atas keberhasilan; ucapan teriima kasih serta menjaga agar hubungan tetap merekat. Apa yang sudah penulis uraikan memantik pertanyaan, di zaman dahulu, sangat jelas bahwa makanan bagi berhala sangat tidak berkenan di hatiNya karena dianggap sebagai penghormatan kepada roh jahat, bagaimanakah dengan zaman sekarang? Jawabannya serupa, tetapi tidak sama. Di zaman sekarang, makanan tidak hanya ditujukan kepada berhala, tetapi dijadikan sebagai bagian dari berhala.

Makanan sebagai bentuk ucapan syukur dan terima kasih, tetapi pada akhirnya bukan untuk berterima kasih kepada Tuhan, melainkan mengagungkan seseorang atau sekelompk orang. Niatnya untuk merekatkan hubungan, namun akhirnya menimbun penyakit karena tidak ada makanan yang haram, tetapi tidak semua makanan membuat tubuh sehat. Sampai sini sudah paham belum? Bahwa segala sesuatu yang diperbolehkan belum tentu memuliakan Tuhan – menjadi berhala. Penjelasan mengenai makanan penulis kategorikan sebagai bagian dari kebebasan yang bertanggung jawab.

Kebebasan yang bertanggung jawab tidak hanya penulis kaitkan dengan berhala dan makanan, melainkan pada aspek kehidupan lainnya. Banyak orang Kristen bertanya, bolehkah saya merokok; bolehkah saya pakai tato; bolehkah saya minum anggur, bolehkah saya mengidolakan seseorang? Pertanyaan yang baru saja penulis uraikan hanya dilontarkan oleh orang yang belum memiliki cinta kepada Tuhan. Karena setiap orang yang sudah memiliki cinta padaNya tidak akan lagi mengajukan pertanyaan seperti itu karena sudah mengetahui bahwa mencintai Tuhan berarti menjaga tubuh; Tuhan mencintai membangkitkan kesadaran untuk menjaga keelokan dan kesehatan.

Tuhan, saya rindu agar cinta kepadaMu menjadi semakin mendalam sehingga menjadi ucapan syukur dan terima kasih disampaikan terlebih dahulu kepadaMu dan menikmati makanan sewajarnya saja. Selain itu, cinta yang semakin dalam kepadaMu akan mengingatkan saya untuk berhenti bertanya, apakah saya melakukan ini berdosa atau tidak. Amin!

Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!

Sumber: https://alkitab.sabda.org/commentary.php?passage=1Kor%2010:23

Share Artikel ini