Tegak Berdiri | Ibrani 12:12-13 (TB)
2 min read
Tegak Berdiri
Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah; dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh. (Ibrani 12:12-13 TB)
Penulis akan menjelaskan dua makna dibalik judul renungan hari ini. Makna pertama ialah tongkat. Sebuah benda yang dipakai oleh setiap orang yang mengalami kecelakaan atau sudah menjadi lansia agar dapat berjalan dengan seimbang. Merupakan nasihat yang diberikan oleh dokter dan orang terdekat agar dapat berjalan dengan seimbang. Setiap orang yang menggunakan benda tersebut tidak merasa malu karena yang bersangkutan menyadari kondisinya yang tidak dapat berjalan dengan normal. Tidak hanya yang bersangkutan, tetapi orang terdekat.
Orang terdekat yang bersangkutan tidak hanya menganggap benda tersebut sebagai penolong, melainkan menjadi bukti cinta kepada yang bersangkutan. Bukti cinta yang berhasil membuat orang terdekat tersenyum semeringah meskipun jadi lambat berjalan. Apa yang baru saja penulis uraikan berbanding terbalik dengan makna kedua yang akan disampaikan pada paragraf berikutnya.
Paragraf ini merujuk kepada setiap orang yang melakukan kesalahan lainnya. Menjadi lansia adalah hal umum yang pasti terjadi kepada setiap orang; kecelakaan tidak sepenuhnya kesalahan, melainkan musibah. Keadaan tersebut tidak hanya mmebuat yang bersankgutan, tetapi juga orang terdekat tidak merasa malu. Namun, tidak berlaku dengan kesalahan lainnya yang diperbuat. Kalimat sarkas dan vonis dianggap sebagai nasihat yang perlu disampaikan. Membuat wajah tertundak, kaki terasa lemas dan lutut terasa goyah meskipun usia masih muda dan tidak mengalami kecelakaan. Kepada setiap orang yang sedang berada dalam fase ini, dengarkanlah kalimat penghiburan berikut ini.
Kalimat penghiburan yang alan penulis sampaikan adalah angkatlah wajahmu, kuatkanlah langkahmu! Meskipun kalimat sarkas dan vonis terdengar nyaring di telinga, Tuhan memberikan penghiburan dan kesempatan kedua untuk belajar dari kesalahan. Kesempatan yang harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya untuk semakin mendekat kepada Tuhan.
Ketika yang bersangkutan semakin mendekat kepada Tuhan, tidak hanya merasakan jamahan, melainkan juga tuntunan yang Dia berikan melalui FirmanNya. Mmebuat wajahnya tertunduk kembali terangkat, membuat kaki yang lemah dan kutut goyah kembali kuat.
Tuhan, terima kasih untuk kesempatan kedua yang Engkau berikan pada saya untuk belajar dari kesalahan. Kalimat sarkas dan vonis saya terima karena itu juga bagian dari nasihat yang Engkau berikan. Namun, Engkau juga memberikan saya kekuatan dan penghiburan agar dapat belajar dari kesalahan. Amin!
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber: https://alkitab.sabda.org/commentary.php?passage=Ibr%2012:12


