Dear GOD … | 1 Petrus 4:19 (TB)
2 min read
Dear GOD... 1 Petrus 4:19
“Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia.” 1 Petrus 4:19 (TB)
Seringkali kita bertanya-tanya, apa sebenarnya inti dari berbuat baik saat sepertinya tidak ada yang berubah? Dunia yang seolah berteriak “balas dendam!” Budaya yang dibangun atas kepentingan pribadi, dan suatu lingkungan masyarakat yang menekan kita agar menyesuaikan diri dan menjadi sama seperti ‘mereka’. Terkadang, terasa sangat berat untuk melakukan apa yang benar sesuai keinginan TUHAN.
Alih-alih pujian, kita malah mendapat kritik. Alih-alih penerimaan, kita dihadapkan pada penghakiman. Rasanya ingin menyerah. Kita jadi bertanya-tanya, mengapa kita tidak mengikuti dunia saja jika mengikuti jalan TUHAN hanya membawa rasa sakit? Jadi mengapa kita masih lanjut mengikut Kristus?
Jawabannya adalah karena TUHAN tidak fokus pada hasil akhirnya, tetapi memperhatikan kesetiaan dibalik semua hal baik dan benar yang kita lakukan untuk-Nya! Bukan tentang berapa banyak yang telah kita lakukan, tetapi seberapa setia kita melakukan untukNya.
Seperti Musa yang menghabiskan 40 tahun mempersiapkan janji yang tidak akan pernah dia lihat. Atau Yesus yang tetap mencintai Yudas meski tahu bahwa ia akan mengkhianati-Nya. Mereka bertahan! Karena ‘Jempol’ dari TUHAN lebih penting dari segalanya.
Jadi bagi dunia yang sombong, mari respon dengan kerendahan hati. (Lukas 14:11). Bagi dunia yang terluka, mari sebarkan pengampunan. (Kolose 3:13). Bagi dunia yang haus kekuasaan, mari kita lapar akan kebenaran TUHAN. (Matius 5:6). Bagi dunia yang berjuang untuk menjadi benar, mari kita membela dengan damai dan kelembutan. (Matius 5:9). Sebab ada keindahan dan tujuan dalam berbuat baik, bahkan ketika tidak ada yang berubah. Dan TUHAN menghargai kesetiaan kita untuk tetap berdiri bagi kebenaran.
Hari ini, untuk yang lelah, sedih, dan berkecil hati, TUHAN melihat setiap ons usaha yang telah kita lakukan. DIA senang dengan ketekunan kita dan menghargai kesetiaan kita. Jadi ketika kita terus memisahkan diri dari dunia dan berusaha untuk menjadi serupa dengan Kristus, semoga kita mengerti bahwa TUHAN senang dengan keinginan kita untuk hidup sebagai pengikut-Nya yang setia dan percaya. Mari kita bertahan bukan untuk hasil, tetapi karena cinta dan kepercayaan pada DIA yang melihat segalanya. Amin.
GOD bless!


