Surrender And Rise | Mazmur 131:1-3 (TB)
1 min read
Surrender and Rise Mazmur 131:1-3
“Nyanyian ziarah Daud. TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku. Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku. Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya!” Mazmur 131:1-3 (TB)
Menyerah bukan hanya tentang melepaskan, tetapi melepaskan untuk menerima sesuatu yang jauh lebih besar. Ketika Yesus memanggil para murid, masing-masing dari mereka harus melepaskan sesuatu yang pernah mereka hidupi dan sayangi. Petrus, Yakobus, Yohanes, dan Andreas tidak dapat mengikut Yesus tanpa lebih dahulu melepaskan jaring penangkap ikan. Matius harus melepaskan profesinya sebagai pemungut cukai, Natanael harus mengubah paradigmanya.
Setiap murid harus melepaskan setiap hal yang biasa bagi mereka, dan apa yang mereka tahu tentang cara hidup, cara menghasilkan uang, cara pikir, bahkan masa depan mereka. Namun, menyerah bukan tentang kehilangan. Menyerah pada TUHAN adalah tentang mendapatkan sesuatu yang hanya TUHAN bisa berikan saat kita sungguh-sungguh memberi diri kita kepadaNya.
Menyerah bukan berarti tertahan, tapi berlari dengan berani menuju masa depan yang sudah Tuhan sediakan bagi kita. Hari ini, apa yang harus kita serahkan pada-Nya? Meskipun menyerah mungkin tampak mahal, namun hadiahnya tidak ternilai. Karena bagaimana mungkin kita bisa kehilangan atau kekurangan, saat yang kita terima adalah TUHAN sendiri? Biarlah kita ‘kehilangan’ diri kita, namun bangkit dan bersinar bagi kemuliaanNya! Amin.
GOD bless!


