Pemurnian | Mazmur 26:2-3 (TB)
2 min read
Pemurnian
Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku. Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu. (Mazmur 26:2-3 TB)
Penulis memulai renungan hari ini dengan sebuah kisah yang disampaikan saat ibadah doa selasa. Yaitu proses refinery atau proses pemurnian emas.
Penjelasan yang pengkhotbah sampaikan mengenai refinery akan penulis tambahkan dengan beberapa artikel yang penulis baca. Jadi, sebelum refinery dilakukan, emas tidak berwarna kuning melainkan hitam dan berbentuk pasir halus. Melewati proses ekstraksi hingga menjadi emas mentah untuk selanjutnya dipisahkan dari bahan-bahan mineral yang tercampur dalam emas. Refinery tidak dilakukan sekali melainkan berkali-kali sampai menjadi emas yang murni. Menurut beberapa artikel, refinery juga dilakukan dengan menggunakan larutan atau cairan kimia. Bukan karena emas adalah benda mati sehingga merelakan dirinya melewati proses refinery melainkan karena ia tahu nilai dirinya berubah menjadi sangat mahal dan memberikan keuntungan bagi manusia.
Emas yang murni memberikan keuntungan bagi manusia tetapi apakah memberikan keuntungan bagi sesama? Maksud pertanyaan penulis, banyak orang mudah tersinggung dan sakit hati sebagai bentuk penolakan terhadap proses yang Tuhan berikan, tidak hanya lewat pergumulan tetapi juga teguran. Amanat Agung tak akan terlaksana dengan baik selama yang bersangkutan masih mudah tersinggung dan sakit hati. Sebab, bagaimana mungkin dapat dengan lantang memberitakan Injil sementara yang bersangkutan masih tercampur dengan segala hal yang bertentangan dengan FirmanNya?
Memang tak mudah untuk konsisten menaati FirmanNya. Yang bersangkutan harus senantiasa meminta dalam doa. Tuhan, ujilah aku; cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku agar mataku senantiasa tertuju pada kasih setiaMu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu. Ini merupakan isi doa Daud yang menyatakan bahwa ia siap untuk dimurnikan, yang harus senantiasa kita minta selama nafas dikandung badan. Karena tugas Amanat Agung bukan hanya menyatakan bahwa Kristus adalah Terang Sejati tetapi bagaimana hidup kita menjadi terang bagi sesama.
Tuhan, tolong senantiasa ingatkan saya untuk senantiasa meminta dalam doa dan kuatkan hati saya setiap kali melewati proses pemurnian mengingat proses yang tidak mudah dan rasanya tidak nyaman. Amin!
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber:


