Tertutup Balok | Matius 7:4 (TB)
2 min read
Tertutup Balok
Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. (Matius 7:4 TB)
Balok yang tertulis pada nats di atas tentulah merupakan analogi. Sebelum sampai ke sana, terlebih dulu akan penulis bahas mengenai balok dalam wujud nyata.
Dalam wujud nyata, balok yang hendak penulis bahas ialah balok konstruksi. Fungsinya ialah menjaga bangunan tidak roboh ketika diterpa badai dan tetap stabil karena beban disalurkan ke tiang penyangga. Beban tidak hanya berasal dari atap melainkan semua yang ada dalam bangunan tersebut, mulai dari atap: tangga; eskalator; lift furniture hingga manusia. Dengan kata lain, setiap orang dapat melaksanakan aktivitas tanpa ada rasa takut.
Aktivitas dapat dilakukan tanpa ada rasa takut tetapi dapat menghalangi orang lain beraktivitas. Kini penulis mulai membahas balok dalam wujud analogi.
Alih-alih ingin mengangkat beban dalam diri yang bersangkutan melalui perkataan, sikap dan tindakan kita membuat yang bersangkutan tidak bersemangat lantaran hati diliputi rasa sedih dan marah akibat mendengar perkataan kita yang merupakan kalimat vonis dan sarkasme, kemudian melalui sikap dan tindakan kita mengundang semua orang agar mengetahui kesalahan yang diperbuat oleh yang bersangkutan.
Setiap dari kita yang melakukan itu merupakan orang berusia dewasa yang kekanak-kanakan. Karena orang yang dewasa tidak akan mengeluarkan perkataan yang menyakiti hati apalagi sampai mempermalukan orang lain di depan umum. Orang yang dewasa selalu mengevaluasi diri, apakah yang dilakukan oleh yang bersangkutan itu karena memang sama sekali tidak memahami; karena saya tidak mengajarinya dengan baik atau karena saya tidak menjadi teladan? Apakah yang bersangkutan sebenarnya ingin dinasihati atau hanya sekedar ingin didengarkan? Orang yang dewasa tidak hanya mengevaluasi diri tetapi juga memberikan kesempatan bagi yang bersangkutan untuk menjelaskan dan memperbaiki kesalahannya.
Tuhan, tolong ingatkan saya senantiasa agar mengevaluasi diri setiap kali melihat sesama buat kesalahan; setiap kali mendapatkan tindakan yang tidak menyenangkan dari sesama. Tidak hanya mengevaluasi diri tetapi memberikan kesempatan bagi sesama untuk menjelaskan dan belajar dari kesalahan. Amin!
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber:


