Arsip

Sosial Media GBA Center

29 September 2025

Gerakan Baca Alkitab

Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup

Menutupi Aib | Kejadian 3:21 (TB)

2 min read
Menutupi Aib

Menutupi Aib

Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka. (Kejadian 3:21 TB)

Teknologi yang semakin canggih memudahkan setiap manusia dalam melakukan segala sesuatu.

Segala sesuatu yang tidak hanya dilakukan dalam dunia nyata tetapi juga dalam konten. Tidak hanya konten ujaran kebencian yang kita lihat akhir-akhir ini tetapi juga pengembangan kepribadian, kiat-kiat rumah tangga bahagia, kiat-kiat hidup sehat, cara memadupadankan pakaian. Renungan hari ini berfokus pada penjelasan mengenai konten ujaran kebencian dan konten cara memadupadankan pakaian.

Pertama kita akan membahas tentang konten ujaran kebencian. Entah karena memiliki sifat yang suka mengumbar aib orang lain, ingin melampiaskan perasaan tidak puas; kecewa dan sakit hati, atau karena cemburu melihat keberhasilan orang lain. Barangsiapa yang membuat konten semacam itu tentu lupa akan hakikatnya sebagai manusia yang terbatas sehingga tak luput dari kesalahan.

Sudah tahu hakikatnya terbatas tetapi masih saja melanggar perintahNya. Andai saja waktu itu Adam dan Hawa tidak memakan buah dari pohon pengetahuan yang baik dan jahat, mungkin setiap manusia akan saling memahami dan menghargai sehingga konten semacam itu tak akan pernah ada. Bukan hanya itu, mungkin pakaian tak akan pernah dibuatNya karena manusia tidak merasa malu. Karena Adam dan Hawa memilih untuk memakannya, setiap manusia jadi saling menyakiti dan aurat harus ditutup karena malu.

Seiring berjalannya waktu, pakaian tidak hanya untuk menutupi aurat tetapi juga dijadikan untuk melindungi tubuh dari gesekan dan benturan serta menjadi sarana agar tampil percaya diri dengan memadupadankan warna, model, motif serta aksesoris, tas, dan sepatu yang dikenakan. Hingga akhirnya pakaian dijadikan konten guna membuat semakin banyak orang tampil percaya diri. Dari konten pakaian berlanjut ke konten pengembangan kerpibadian.

Sebagai penutup, tentu banyak pembaca bertanya, apakah saya harus menjadi konten kreator yang edukatif baru dapat menutup aib sesama? Tentu tidak! Informasi yang didapatkan melalui konten ditelaah kemudian dibagikan kepada sesama. Kemudian ditambah dengan terus menerangi hati dan pikiran dengan Firman Tuhan supaya ujaran kebencian tidak pernah terucap dan tindakan yang dilakukan tidak mempermalukan sesama melainkan ucapan dan tindakan yang memotivasi dan mengedukasi serta menimbulkan rasa percaya diri.

Tuhan, tolong ingatkan senantiasa supaya mengisi hati dan pikiran dengan Firman Tuhan dan ilmu pengetahuan, baik melalui konten maupun media lainnya. Maka ucapan dan tindakan saya tidak membuka bahkan mengumbar aib sesama melainkan menutupinya dan membuat mereka jadi percaya diri. Amin!

Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!

Sumber:

  1. https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=Kej&chapter=3&verse=21
  2. https://www.galerikonveksi51.com/blog/fungsi-pakaian-bagi-manusia/
  3. https://ugm.ac.id/id/berita/22681-kenapa-hate-speech-begitu-marak-terjadi-di-internet/
Share Artikel ini
Copyright © GBA Center 2024. | Newsphere by AF themes.