When Darkness Comes | 1 Petrus 5:10 (TB)
2 min read
When Darkness Comes 1 Petrus 5:10
“Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.”
Ketika kita merasa bahwa kegelapan selalu mengikuti ke mana pun. Meski mencoba berlari menjauhinya, tetapi ia selalu berhasil menyusul. Ia duduk, makan, dan tidur di samping kita. Ke mana pun kita pergi, ia tetap berada di sisi kita. Semakin lama berdiam dalam kegelapan, semakin akrab pula rasanya. Lalu kita mulai merasa benar-benar sendirian dan ditinggalkan. Di mana semua orang saat kita membutuhkan mereka? Mengapa aku harus menghadapi ini sendirian? Mengapa rasanya seolah-olah sudah mati? Saat menyadari hal-hal ini, mungkin kita sedang mengalami depresi.
Mari pelan-pelan ingat bahwa kegelapan juga menjadi pendamping Yesus. Saat IA harus menghadapi salib sendirian (Matius 27:45-46). IA tidak sekadar merasa ditinggalkan. Tidak, Yesus benar-benar ditinggalkan, bahkan oleh Bapa-Nya. IA menanggung kegelapan yang mutlak. Dan DIA menanggungnya supaya kita tidak perlu menanggungnya. Agar, bahkan ketika dunia berpaling pergi, kita tidak akan pernah sendirian. (Roma 8:35-39)
Kegelapan membuka mata kita untuk mengenal TUHAN, bukan sekadar dengan akal, melainkan dengan hati. Di Getsemani, Yesus berjuang sendirian. IA ketakutan dan kegelapan yang mengerikan menimpa perasaanNya. Namun, IA tetap memilih kayu salib. IA tetap bertahan demi kita. Jika saat itu IA tidak meninggalkan kita, bagaimana mungkin Ia akan meninggalkan kita sekarang?
Kita tidak perlu bersembunyi di balik senyuman, tidak perlu memaksakan diri untuk menjadi sempurna, atau selalu tampil sempurna setiap saat. Kasih Yesus yang tak pernah gagal menyambut kita, bahkan di lembah yang paling kelam sekalipun. (Mazmur 23:4). Meski dikelilingi kegelapan, kita bisa tetap bebas. Bukan bebas dari rasa sakit, melainkan bebas dari keputusasaan.
DIA adalah ALLAH yang hidup, pengharapan yang hidup, yang hadir bersama kita. Dan DIA telah membebaskan kita untuk hidup dengan pengharapan yang tak bisa dicuri oleh malam mana pun. Mungkin saat ini kegelapan terasa seperti sahabat terdekat, Namun Yesus senantiasa menjadi pendamping yang paling sejati bagi kita. Kegelapan mungkin datang, tetapi Yesus pun akan hadir. Dan di dalam DIA, aku akan selalu memiliki pengharapan.
Mungkin, sesekali, kegelapan terasa seperti sahabat terdekat kita. Namun, Sahabat yang paling sejati—yang senantiasa setia di setiap musim—adalah Yesus. IA datang membawa harapan yang kita butuhkan; harapan yang mampu menerangi malam paling kelam, harapan yang bersinar menembus bayang-bayang, dan meruntuhkan segala benteng pertahanan. Kegelapan memang akan datang, tetapi Yesus pun akan datang menemani kita dan menerangi kegelapan itu! Mari berpegang teguh pada kebenaran yang tak tergoyahkan ini.
GOD bless!


