Arsip

Sosial Media GBA Center

28 October 2026

Gerakan Baca Alkitab

Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup

None Offense | 1 Korintus 10:32 (TB)

2 min read
None Offense

None Offense

Janganlah kamu menimbulkan syak dalam hati orang, baik orang Yahudi atau orang Yunani, maupun Jemaat Allah. (1 Korintus 10:32 TB) 

Setiap dari kita tentu pernah mendengar sebuah pertanyaan tentang sesuatu yang dilakukan, apakah itu dosa? Penulis akan menguraikan dua buah kisah untuk menjawab pertanyaan tersebut. Kisah yang pertama dari template hari ini dan kisah yang kedua dari nats renungan hari ini.

Template hari ini menjelaskan ketika yang bersangkutan tahu bahwa salah seorang anggota keluarga. teman atau sahabat yang sedang belajar membangun keintiman dengan Tuhan melalui puasa. Baru beberapa kali puasa sehingga masih belum sanggup menahan godaan untuk makan karena baru beberapa kali berpuasa. Dengan sengaja yang bersangkutan makan di dekatnya.

Kemudian lewat – tidak ada dalam template, tetapi masih menjadi ide dalam gambar – orang lain yang juga mengenali yang bersangkutan. Tidak hanya mengenal, tetapi sudah melihatnya sejak tadi, pasti akan berkata dalam hatinya, “seorang pelayan Tuhan, tetapi mengapa membuat orang yang di dekatnya tidak fokus berpuasa?” Penulis tidak akan memberi komentar sebelum membahas kisah yang kedua.

Ksiah yang kedua, yaitu tentang makan makanan dari persembahan berhala. Mungkin orang yang bersangkutan tidak merasa bersalah karena memakannya dengan ucapan syukur, tetapi oramg Yahudi yang melihatnya akan merasa keberatan – karena mereka membenci penyembahan berhala; membuat orang Yunani merasa penyembahan berhala dibenarkan. Tanggapan penulis pada kisah yang kedua sama dengan kisah yang pertama, yaitu menjadi batu sandungan.

Menjadi batu sandungan bagi orang yang berada di dekat yang bersangkutan. Kedua kisah di atas berkaitan dengan makanan. Namun, menjadi batu sandungan tidak selalu berkaitan dengan makanan, melainkan perkataan; manajemen emosi; gaya bercanda; gaya hidup tidak berbeda dengan orang yang sudah mengenal Kristus – tidak mempedulikan perasaan sesama; hidup bebas dan sembarangan. Semua itu merusak citra Kekrsitenan yang identik dengan kasih terhadap Tuhan dan sesama serta kekudusan hidup dihadapan keluarga, kerabat, handai tolan, sahabat, dan setiap orang yang mengetahui bahwa yang bersangkutan adalah orang Kristen sejak kecil; akitf dalam pelayanan bahkan sudah terbiasa menyampaikan khotbah. Pernyataan penulis paragraf ini adalah penginjilan. Tidak selalu melalui kata-kata, melainkan menjadi teladan. Awalnya pasti berat, tetapi harus melatih diri terus-menerus. Sanpai pada akhirnya yang bersangkutan memahami makna penginjilan yang penulis uraikan pada paragraf ini. Kalau sudah paham, pasti tidak akan mengajukan pertanyaan; dapat menjawab pertanyaan yang penulis uraikan pada awal paragraf.

Tuhan, tolong senantiasa ingatkan saya tentang arti penginjilan yang lebih mendalam, yaitu sikap, tindakan, tingkah laku yang tidak menjadi batu sandungan, melainkan jadi berkat. Amin!

Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!

Sumber: https://alkitab.sabda.org/commentary.php?passage=1Kor%2010:32

Share Artikel ini
Copyright © GBA Center 2024. | Newsphere by AF themes.