More And More | Markus 6:37 (TB)
2 min read
More And More Markus 6:37
Tetapi jawab-Nya: “Kamu harus memberi mereka makan!” Kata mereka kepada-Nya: “Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?” Markus 6:37 (TB)
Mujizat 5 roti dan 2 ikan seringnya kita lihat sebagai kisah tentang penyediaan TUHAN yang tak terbatas. Sesungguhnya kisah ini memiliki makna yang lebih dalam, yaitu panggilan TUHAN bagi kita untuk melayani lebih lagi, bahkan jika kelihatannya di luar batas kemampuan kita.
Dalam kisah ini, kita melihat bahwa respon awal para murid Yesus ketika melihat begitu banyaknya orang yang mengikut Yesus dan waktu menunjukkan saatnya beristirahat dan makan, adalah menyuruh semua orang itu untuk pulang. Tetapi Yesus berkata dengan tegas, “kamu harus memberi mereka makan!”
Secara logika, kita mungkin merasa betapa tidak masuk akalnya hal ini. Sedemikian banyaknya orang, dan mereka bahkan tidak mempunyai bekal untuk diri sendiri. Tetapi dengan tegas Yesus berkata “harus!”
Mengapa Yesus bersikap demikian? Karena Yesus ingin mengajarkan kepada para murid (dan kita semua), bahwa kasih tidak dibatasi oleh kekuatiran! Panggilan kita untuk melayani adalah melampaui batas kenyamanan kita. Bahkan memaksa kita untuk bertindak dengan penuh kasih dan belas kasihan — untuk melakukan lebih daripada yang kita pikir kita bisa, dan lebih daripada yang kita inginkan.
Yesus bukan hanya ingin para murid bersikap penuh perhatian. Tetapi IA memanggil mereka untuk turut bertindak mengusahakan makanan dan peduli pada orang-orang di sekitar mereka, bahkan jika situasinya tidak nyaman dan terasa tidak mungkin.
Seperti pada para murid, ada saat Yesus pun memanggil kita untuk mengambil satu langkah lagi melebihi batas kita. Tetapi ingatlah satu hal penting, yaitu bahwa IA tidak pernah menyuruh kita melakukannya sendirian. Dan tambahan langkah tersebut, adalah saat kekuatanNya yang dahsyat bertemu dengan penyerahan kita!
Hari ini, 5 roti dan 2 ikan milik kita bisa dalam bentuk perhatian, pesan doa, satu panggilan telepon, atau mungkin hanya kehadiran kita menemani di saat sulit seseorang. Biarlah 5 roti 2 ikan yang kita persembahkan menjadi kapasitas TUHAN yang tidak terbatas untuk terus diperbanyak demi kemuliaan-Nya. Mintalah hati seperti Yesus, yang digerakkan oleh belas kasih untuk melayani melampaui batas kemampuan kita.
Sebab TUHAN memanggil kita untuk melampaui batas kita, bahkan ketika kita tidak menginginkannya. Dan dalam pergumulan inilah iman semakin dalam, dan pelayanan kita diubah menjadi penyembahan kita padaNya. Charles Spurgeon berkata, “Salah satu pahala terbesar yang pernah kita terima karena melayani TUHAN adalah izin untuk berbuat lebih banyak lagi bagi-Nya.”
Semoga kita melihat setiap tindakan kasih bukan sebagai beban, melainkan sebagai sebuah hadiah. Amin.
GOD bless!


