Tindakan Medis | Mazmur 147:3 (TB)
2 min read
Tindakan Medis
Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka. (Mazmur 147:3 TB)
Judul renungan hari ini mengingatkan penulis saat menemani sang adik di rumah sakit. Ia mengalami masalah pada gigi yang tidak dapat ditangani di klinik gigi, melainkan di poli gigi – rumah sakit. Awalnya kami merasa bosan. Namun akhirnya, kami bersyukur harus menunggu selama itu.
Kami bersyukur karena Tuhan telah memberikan rasa iba dalam hati. Terhadap anak-anak yang lemas; orang yang kesulitan berjalan karena usia atau mengidap penyakit kronis; keluh kesah mereka mengenai sakit yang diderita serta orang yang menemani. Dari ketiga poin tersebut, penulis ingin menjelaskan poin yang ketiga.
Poin ketiga mengenai seorang wanita lansia yang sesungguhnya mengalami komplikasi, tetapi yang ia periksakan di rumah sakit tersebut saat itu ialah jantung. Sang ibu bertanya dan penulis menjawab, sedang menemani sang adik untuk menentukan jadwal ke poli gigi. Singkat cerita, ibu tersebut menginginkan anak-anaknya bisa menemani, tetapi ia tidak enak hati lantaran kedua anaknya sudah menikah, sementara si bungsu mengalami masalah psikis. Awalnya beliau biasa saja, tetapi akhirnya menitikkan air mata karena hatinya terasa begitu sesak. Penulis tak mampu berbuat banyak selain mengusap pundaknya dan memberikan semangat serta kekuatan. Di akhir pembicaraan, beliau menyatakan bahwa sang dokter memberikan tindakan medis secara fisik dan saya memberikan tindakan medis secara perasaan.
Tentu bukan hanya penulis, tetapi setiap pasien yang melakukan seperti yang penulis lakukan terhadap pasien lainnya. Dengan segala kerendahan hati, penulis bersyukur telah peka terhadap keadaan sesama. Tidak hanya ibu tersebut, melainkan sang adik yang sudah bosan dan gelisah membayangkan saat nanti proses bedah mulut dilaksanakan.
Tidak hanya ibu tersebut dan sang adik mendapat kekuatan, penulis yakin sudah banyak orang yang telah mendapatkan kekuatan dari Tuhan melalui penulis. Bukan hanya penulis, tetapi setiap orang juga melakukannya. Dan harus tetap dilakukan mengingat Amanat Agung bukan hanya memberitakan Kerajaan Allah, melainkan cintaNya terhadap sesama melalui penghiburan dan kekuatan. Tidak harus berada di rumah sakit atau rumah duka terlebih dahulu, melainkan dimanapun pembaca berada. Dengan kemampuan yang Tuhan berikan kepada pembaca, entah dengan kata-kata, mengusap bahu, membelai rambut atau ucapan semangat kepada yang bersangkutan.
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber: https://alkitab.sabda.org/commentary.php?passage=Mazmur%20147:3


