Kesembuhan Batin | Yeremia 30:17a (TB)
2 min read
Kesembuhan Batin
Sebab Aku akan mendatangkan kesembuhan bagimu, Aku akan mengobati luka-lukamu, demikianlah firman TUHAN. (Yeremia 30:17a TB)
Setiap orang pasti memiliki cerita yang tidak menyenangkan di masa lalu. Tidak mengkhianati Dia dengan melanggar perintahNya tetapi mengalami luka batin yang berubah menjadi masalah kesehatan mental.
Banyak penyebab tetapi yang akan penulis bahas hanyalah tentang orangtua dan bullying. Beberapa orang mengalami penolakan dari orangtua saat dalam kandungan. Entah karena kondisi medis, kondisi ekonomi, kehamilan di luar pernikahan atau sudah banyak memiliki anak dengan jenis kelamin yang sama. Berharap sang bayi tiada tetapi kenyataan berkata lain. Yang bersangkutan terlahir dalam keadaan sehat fisik dan mental.
Terlahir dalam keadaan fisik dan mental yang sehat tetapi tidak bahagia. Tentu setiap orangtua menyayangi anaknya tetapi sang anak tidak merasa begitu. Orangtua terlalu otoriter atau cuek; selalu membanding-bandingkan dengan kakak atau adik yang bersangkutan bahkan dengan anak tetangga; terlalu menentukan standar yang tinggi; terlalu sering ingkar janji akibat kesibukan. Cerita hidup menjadi semakin kelam karena menjadi korban bullying.
Karena memiliki kemampuan akademis yang lemah atau terlahir sebagai disabilitas. Memiliki orangtua seperti yang penulis uraikan pada paragraf sebelumnya tidak akan mendengarkan keluh kesah dari sang anak. Tidak mungkin mendapatkan dukungan jika keluh kesah tidak didengarkan. Kondisi tersebut membuat yang bersangkutan merasa tidak berharga.
Marah, sedih, dan kecewa tetapi tidak berdaya. Dalam hati berkata, saya itu tak layak dicintai karena terlalu bodoh, keras kepala, dan selalu membuat masalah. Dalam hati berkata, saya tak pernah meminta untuk dilahirkan. Dalam hati berkata, orangtua; kakak atau adik saya pasti tak akan berdukacita kalau saya meninggal. Kondisi seperti ini menyulitkan yang bersangkutan untuk mengakui adanya Tuhan.
Kepada siapapun yang sedang dalam kondisi ini, penulis ingin berkata, Tuhan itu ada dan tak pernah meninggalkan. Penulis mengimbau supaya berkonsultasi ke konselor Kristen, psikolog atau psikiataer. Tidak usah takut dengan stigma yang menyatakan bahwa berkonsultasi tanda tidak percaya. Karena merupakan perpanjangan tanganNya untuk memulihkan luka batin.
Luka batin yang telah berubah menjadi masalah kesehatan mental. Memang, berkonsultasi tak akan mengubah orangtua dan teman yang melakukan tindakan bullying tetapi setidaknya memampukan yang bersangkutan untuk berdamai dengan diri sendiri dan keadaant; mmapu mengambil sikap dan tindakan tanpa ada perasaam marah. Hingga tiba waktunya bertemu dengan seseorang yang mengalami nasib serupa, kisah yang bersangkutan akan menajdi berkat bagi mereka. Dengan kata lain, bersama-sama mengalami pemulihan dari luka batin yang telah berubah menjadi masalah kesehatan mental.
Melalui renungan hari ini penulis mendoakan setiap orang yang sedang mengalami masalah kesehatan mental, secara khusus sikap dan tindakan orangtua ditambah dengan bullying. Tolong gerakkan hati mereka untuk berkonsultasi dan mengikuti setiap saran yang diberikan. Penulis percaya bahwa Engkau juga mendorong mereka untuk berdoadan membaca FirmanMu sembari mengikuti setiap saran. Penulis yakin dan percaya pemulihan akan segera terjadi. Amin!
Tuhan Yesus memberkati dan saolam cemungud!
Sumber:


