Arsip

Sosial Media GBA Center

25 September 2025

Gerakan Baca Alkitab

Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup

Lagi-lagi Minta Ampun | Lukas 23:34a (TB)

2 min read
Lagi-lagi Minta Ampun

Lagi-lagi Minta Ampun

Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”  (Lukas 23:34a TB)

Setiap dari kita tentu pernah berhadapan dengan orang bebal. Merujuk kepada setiap orang yang tidak mau mendengarkan nasihat dan didikan.

Tidak selalu melalui kalimat bantahan yang terucap tetapi juga mendengar tetapi tidak melakukan. Membuat hati orang yang memberikan nasihat dan didikan menjadi geram, kesal bahkan murka. Karena dapat dipastikan bahwa yang bersangkutan melakukan kesalahan yang berulang.

Kesalahan yang berulang membuat banyak orang yang memberi nasehat dan didikan tergoda untuk mengucapkan kalimat vonis, sarkasme bahkan sumpah serapah dalam hati dan mulutnya sebagai ungkapan atas perasaan lelah. Hingga pada akhirnya semua kalimat yang terucap menjadi kenyataan. Ketika mendengar dan melihat yang bersangkutan menjadi korban kekerasan seksual bahkan sampai hamil diluar nikah; mendekam di penjara karena bersentuhan dengan narkoba atau terjerat kasus hukum lainnya. Apakah yang dilakukan oleh sang pemberi nasihat dan didikan ketika menerima kenyataan tersebut?

Ada yang memutuskan untuk mengampuni dan menerima dengan tangan terbuka tetapi ada pula yang mengeraskan hatinya karena menganggap hal tersebut sebagai ganjaran. Sebelum melanjutkan pembahasan, terlebih dahulu penulis mengaujkan pertanyaan, pembaca merupakan sang pemberi atau penerima nasihat dan didikan? Jika merupakan sang pemberi nasihat dan didikan, pertanyaan selanjutnya ialah, pembaca termasuk dalam golongan yang mengampuni atau mengeraskan hati?

Jika pembaca merupakan sang pemberi nasihat yang memutuskan untuk mengampuni, tetaplah baca renungan hari ini hingga selesai karena terdapat nasihat yang harus disampaikan kepada sang pemberi nasihat yang memutuskan untuk mengeraskan hati. Nasihat diberikan bukan berarti tidak mengerti mengingat situasi tersebut tidaklah mudah untuk dihadapi. Nasihat diberikan guna menumbuhkan kesadaran dalam hati dan pikiran, bahwa mengucapkan kalimat vonis; sarkasme bahkan sumpah serapah dalam hati dan mulut tidaklah dibenarkan apalagi sampai mengeraskan hati. Orang bebal memang salah tetapi layak mendapatkan kesempatam kedua.

Tentu saja tidak mungkin dengan kekuatan sendiri. Oleh karena itu, sang pemberi nasihat dan didikan harus senantiasa mengingat perkataannya saat hendak menyerahkan nyawaNya. Karena hanya dengan cara inilah yang memberikan kesanggupan untuk mengucapkan berkat dan terus membimbing sampai yang bersangkutan menyadari bahwa besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya; agar yang bersangkutan menjalani hidup aman dan nyaman; agar yang bersangkutan semakin mudah untuk mengejar keserupaan dalam Dia. Kembali pada pernyataan paragraf sebelumnya.

Orang bebal masih dapat kesempatan kedua asalkan sungguh-sungguh meminta ampun padaNya dan orangtua yang pasti merupakan sang pemberi nasihat dan didikan. Konsekuensi memang harus tetap dijalankan tetapi janganlah kecut dan tawar hati! Ingatlah terus perkataannya saat hendak menyerahkan nyawaNya dan buatlah komitmen untuk hidup dalam pertobatan.

Tuhan, kiranya perkataanMu yang tertulis dalam nats hari ini senantiasa kami ingat, baik kami yang memberikan maupun yang menerima nasihat dan didikan. Sehingga dapat membimbing dengan sabar dan senantiasa memberikan pengampunan; sehingga dapat merasakan bahwa kesempatan kedua itu ada dan senantiasa tergerak untuk hidup dalam pertobatan. Amin

Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!

Sumber:

  1. https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=42&chapter=23&verse=34
  2. https://bit.ly/46BWcwh
Share Artikel ini
Copyright © GBA Center 2024. | Newsphere by AF themes.