Arsip

Sosial Media GBA Center

24 September 2025

Gerakan Baca Alkitab

Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup

Sok Benar | Yohanes 8:10c-11 (TB)

2 min read
Sok Benar

Sok Benar

“Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” (Yohanes 8:10c-11 TB)

Sok benar merujuk kepada setiap orang yang memiliki banyak pengetahuan dan pengalaman. Tidak hanya pengetahuan umum melainkan juga teologi. Tentu saja kerendahan hati tidak ada dalam diri setiap orang yang sok benar. Mengapa demikian?

Karena orang yang tidak memiliki kerendahan hati akan selalu merasa paling benar. Tanpa basa-basi, yang bersangkutan menyatakan mereka itu harus belajar dan latihan lebih banyak; layak untuk diolok-olok; layak untuk dihakimi daripada diberikan kesempatan kedua. Orang semacam itu tidak hanya dijumpai pada zaman now melainkan sejak zaman Anak Manusia.

Pada zaman Anak Manusia terdapat orang Farisi dan ahli Taurat yang berpikir bahwa mereka akan dibenarkan karena menguasai Taurat karena Dia telah datang untuk menggenapinya. Itulah sebabnya mengapa Dia tidak bergeming saat perempuan yang kedapatan berzinah diperhadapkan padaNya. Dia hanya mengucapkan sebuah kalimat, barangsiapa di antara mereka yang tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama kali melemparkan batu kepada perempuan itu.

Setelah orang Farisi dan ahli Taurat meninggalkan tempat itu, Dia menyatakan bahwa tidak akan menghakimi melainkan beri kesempatan untuk bertobat dan hidup di dalamnya. Jika kisah tersebut dikaitkan dengan penjelasan penulis mengenai orang yang sok benar, kita menjadi paham bahwa pengetahuan dan pengalaman adalah milikNya sehingga harus diperoleh dengan mata yang senantiasa tertuju padaNya. Sehingga apa yang penulis uraikan pada paragraf kedua dan ketiga tidak ada dalam diri yang bersangkutan melainkan dengan penuh kesabaran dan kelemahlembutan melatih dan membimbing serta dengan berbesar hati mengampuni dan memberikan kesempatan untuk belajar dari kesalahan.

Tuhan, terima kasih sudah mengingatkan bahwa pengetahuan adalah milikMu. Saya berkomitmen agar pandangan senantiasa tertuju padaMu. Sehingga saya menjadi pribadi yang tidak merendahkan sesama melainkan dengan sabar melatih dan membimbing mereka serta dengan berbesar hati memberikan pengampunan dan kesempatan kedua. Amin!

Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!

Sumber:

  1. https://www.gotquestions.org/Indonesia/Kristus-adalah-kegenapan-hukum-Taurat.html
  2. https://www.sarapanpagi.org/ahli-taurat-ahli-kitab-suci-vt8534.html
  3. https://www.sarapanpagi.org/orang-farisi-orang-saduki-vt327.html
Share Artikel ini
Copyright © GBA Center 2024. | Newsphere by AF themes.