Arsip

Sosial Media GBA Center

28 October 2025

Gerakan Baca Alkitab

Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup

Humility | Roma 12:16 (TB)

2 min read
Humility

Humility

Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai! (Roma 12:16 TB)

Setiap orang yang masih hidup pasti berada di bumi tetapi belum tentu membumi. Karena hidup di bumi identik dengan inklusif tetapi banyak orang memilih jadi pribadi yang eksklusif. Sebelum menjelaskan maksud dari pernyataan tersebut, terlebih dahulu penulis jelaskan arti dari kedua kata tersebut.

Secara sederhana, inklusif merujuk kepada setiap orang yang mau membuka diri terhadap perbedaan lantaran telah tumbuh dalam hati dan pikiran bahwa setiap manusia diciptakan unik. Sementara, eksklusif merujuk kepada setiap orang yang menutup diri lantaran diri paling hebat dan kelompoknya yang paling penting. Jika dikaitkan dengan pernyataan penulis di awal paragraf, orang yang eksklusif sudah pasti tidak memiliki kerendahan hati dan empati.

Yang bersangkutan akan memperlakukan sesamanya dengan kasar dan arogan. Karena telah tumbuh dalam hati dan pikiran bahwa mereka itu bodoh, lamban, lemah. Selalu berasumsi bahwa mereka kurang melek informasi, tidak punya semangat untuk maju, tidak punya semangat belajar, tidak layak diberikan kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Orang semacam ini tentu tidak terlalu memahami bahwa setiap manusia adalah satu tubuh dalam Kristus.

Perlu diakui, tentu ada orang yang sulit menerima materi yang disampaikan namun bukan berarti tidak mau belajar; lamban namun bukan berarti tidak mau berupaya untuk bergerak cepat; mudah terbawa perasaan setiap kali diberikan kritik dan saran namun bukan berarti sama sekali tidak mau menerima; pernah berbuat salah namun bukan berarti tidak punya kerinduan untuk jadi pribadi yang lebih baik. Satu tubuh dalam Kristus berarti setiap orang punya kemauan; semangat dan potensi. Anggapan tersebut menggerakkan yang bersangkutan untuk menuntun dan membimbing dengan penuh kesabaran.

Sebagai penutup, penulis ingin mengajukan pertanyaan, apakah pembaca merupakan pribadi yang inklusif atau eksklusif? Jika sudah menjadi pribadi yang inklusif, selamat! Anda sudah memahami dengan benar anggapan yang penulis uraikan pada paragraf sebelumnya. Jika masih menjadi pribadi yang eksklusif, tetaplah semangat! Roh Kudus akan terus menuntun dan ikutilah tuntunanNya.

Tuhan, tolong ingatkan kami senantiasa bahwa semua manusia adalah satu tubuh dalam Kristus. Karena hanya dengan cara itulah yang mengerakkan kami untuk mengajar dan membimbing orang lain dengan penuh kesabaran. Amin!

Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!

Sumber:

  1. https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=45&chapter=12&verse=16
  2. https://inclusionlearninglab.com/humility-in-leadership-cultural-humility/
  3. https://www.idntimes.com/life/inspiration/5-tips-menjadi-pribadi-down-to-earth-lebih-menenangkan-1-01-6j48h-tf6mgl
Share Artikel ini
Copyright © GBA Center 2024. | Newsphere by AF themes.