Arsip

Sosial Media GBA Center

24 October 2025

Gerakan Baca Alkitab

Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup

Ketenangan Batin | Mazmur 62:2-3 (TB)

3 min read
Ketenangan Batin

Ketenangan Batin

Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. (Mazmur 62:2-3 TB)

Penulis teringat saat melaksanakan tugas pembinaan di kelas pemuridan di gereja lokal tempat penulis beribadah. Sebuah kisah mengenai seorang akrobat asal Prancis.

Sang akrobat bernama Charles Blondin. Salah satu pertunjukannya yang terkenal ialah melintasi air terjun Niagara dengan seutas tali. Suatu hari ia bertanya kepada para penonton, percayakah Anda bahwa saya dapat melintasi air terjun ini? Penonton menjawab, ya kami percaya! Kemudian ia melanjutkan perkataannya, saya tidak ingin melintasi air terjun ini seorang diri! Jadi, siapakah di antara Anda yang bersedia untuk saya gendong? Semua penonton tak bergeming.

Tak ada penonton yang mengajukan diri selain seorang anak yang ternyata merupakan anak dari sang akrobat. Buktinya dapat kita lihat ketika sang anak diajukan pertanyaan dan pernyataan oleh penonton lainnya, mengapa kamu mengajukan diri? Kamu pasti tahu akan resiko yang terjadi selama perjalanan! Dengan lugas anak itu memberikan tanggapan, beliau itu ayah saya; ia merupakan seorang akrobat yang hebat! Anak itu melanjutkan pernyataannya, saya percaya bahwa kami dapat melintasi air terjun itu dengan selamat. Penulis tidak tahu secara pasti apakah hubungan Charles Blondin dengan sang anak itu baik atau tidak tetapi yang jelas, kisah mengenai mereka mengajarkan bahwa ketenangan batin hanya didapatkan ketika mendekat.

Mendekat itu dibutuhkan keputusan dan tekad yang kuat, baik kepada bapa jasmani maupun Bapa di Surga. Bukanlah perkara yang mudah jadi penulis ingin mengajak pembaca untuk meneladani Daud.

Ia menyadari bahwa Tuhan senantiasa sekalipun ayah dan ibunya pergi meninggalkan ia. Mengapa bisa? Karena ia membuat keputusan untuk memusatkan hidup padaNya.

Bagaimana ia dapat memusatkan hidup padaNya? Karena ia mencintai hukum-hukumNya dan senantiasa menyediakan waktu untuk membangun keintiman denganNya. Itulah sebabnya mengapa ia dapat berkata bahwa hanya dekat Allah saja ia tenang ketika dalam bahaya atau sedang menghadapi musuh. Penulis tidak tahu apakah anak dari Charles Blondin melakukan seperti yang Daud lakukan tetapi setiap dari kita, entah hubungan dengan sang ayah baik atau tidak, sang anak harus mencintai FirmanNya dan membangun keintiman denganNya mengingat keadaan dunia yang semakin jahat dan fatherless banyak dialami oleh sang anak.

Setiap dari kita yang mengalami fatherless, sang anak diberikan kesanggupan untuk mengampuni dan digerakkan untuk berdoa agar hubungan dengan sang ayah pulih. Setiap dari kita yang hubungan dengan sang ayah baik-baik saja, mencintai hukum-hukumNya dan membangun keintiman denganNya tetap harus dilakukan mengingat banyak di sekitar kita mengalami fatherless dan masuk dalam Kekekalan itu mutlak bagi semua orang. Akan sulit masuk jika tidak dewasa secara rohani. Bagaiaman mungkin dapat dewasa rohani jika tidak memiiliki kerinduan untuk mengejar keserupaan dalam Dia?

Tuhan, hari ini saya berkomitmen untuk semakin mencintai FirmanMu dan semakin memperkuat keintiman saya padaMu. Karena saya sadar, hanya dengan cara demikian yang menggetarkan hati untuk mengejar keserupaan dalam Engkau. Dari sanalah kedewasaan rohani terbangun dan kepercayaan akan masuk dalam Kekekalan begitu besar. Amin!

Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!

Sumber:

  1. https://alkitab.sabda.org/commentary.php?version=tb&passage=mazmur+62
  2. https://en.wikipedia.org/wiki/Charles_Blondin
  3. https://penjagagenerasi.wordpress.com/2020/10/05/mempercayakan-diri/
Share Artikel ini
Copyright © GBA Center 2024. | Newsphere by AF themes.