Tidak Haus Validasi | Lukas 17:10 (TB)
2 min read
Tidak Haus Validasi
“Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.” (Lukas 17:10 TB)
Setiap orang memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi tetapi dapat menimbulkan kerugian jika berlebihan. Kebutuhan apakah yang penulis maksud?
Kebutuhan yang penulis maksudkan berasal dari hierarki kebutuhan Maslow. Hierarki tersebut mencakup 5 bagian, yaitu kebutuhan fisiologis, rasa aman, kasih sayang, penghargaan, dan aktualisasi diri. Semua itu akan menimbulkan masalah di kemudian hari jika dipenuhi secara berlebihan, termasuk kebutuhan fisiologis dan penghargaan yang akan penulis bahas dalam renungan hari ini. Apakah masalah yang akan timbul?
Penulis akan menjawab dengan beberapa contoh. Mengenai kebutuhan fisiologis, penulis akan menjelaskan tentang mengonsumsi air putih. Aktivitas fisik yang berat menjadi salah satu pemicu dari konsumsi air putih yang melebihi ambang batas. Kerusakan pada ginjal dan pembengkakan pada otak akan terjadi apabila mengonsumsi air putih yang melebihi ambang batas dalam jangka panjang.
Kedua, mengenai penghargaan atau validasi. Hati terasa nyaman dan bahagia ketika mendapatkannya. Atas tugas dan tanggung jawab yang dikerjakan serta karya yang dihasilkan. Hati menjadi gusar dan bertanya-tanya, mengapa orang itu tidak menghargai kerja keras saya; mengapa orang itu mengatakan bahwa hasil karya saya jelek? Jika terus-menerus dibiarkan, hati yang gusar berubah menjadi gangguan kecemasan yang kemudian berkembang menjadi gangguan mental yang serius.
Dari kedua contoh yang telah diuraikan, pembaca mengingatkan agar menjaga kadar air putih yang dikonsumsi tidak melebihi ambang batas; kita harus berbesar hati jika mendapatkan kritik dan saran serta pernyataan yang tidak mengenakkan. Karena tubuh kita adalah baitNya yang harus dijaga; karena Dialah yang menjadi penentu atas segala sesuatu, termasuk hasil yang diterima dan diperoleh. Apa yang baru saja penulis uraikan tidak dapat dikatakan dan dipikirkan sampai yang bersangkutan menjadi orang yang dewasa.
Tuhan, penulis berdoa kepada setiap pembaca yang saat ini masih haus akan validasi. Agar kiranya mereka menyerahkan kepadaMu segala hasil pekerjaan yang dilakukan dan karya yang dihasilkan. Biarlah kiranya mereka senantiasa memandangMu bukan manusia sehingga dapat tetap rendah hati dan mengusahakan yang lebih baik jika mendapatkan pujian; tidak menjadi kecut dan tawar hati melainkan menerima dengan lapang dada dan memperbaikinya dengan penuh sukacita. Amin!
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber:

