Harvest Time | Lukas 10:2 (TB)
2 min read
Harvest Time
Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang. (Lukas 10:2 TB)
Sawah dan ladang ada di beberapa daerah. Meskipun masih ada, jumlahnya tidak sebanyak waktu lampau; banyak orang tidak berminat untuk bekerja di sana. Alasannya karena semakin banyaknya lahan sawah dan ladang yang beralih fungsi; penghasilan yang tidak seberapa dibandingkan dengan jerih payah.
Alasan tersebut lebih banyak berasal dari anak muda dibandingkan orangtua yang bersangkutan. Kalaupun harus bercocok tanam, itupun karena pandemi covid-19 yang mengharusikan setiap orang berada di rumah saja. Andai saja ada promosi dan kolaborasi, bertani pasti akan digandrungi oleh banyak anak muda seperti bercocok tanam di rumah.
Apa yang baru saja penulis uraikan memiliki korelasi dengan tugas Amanat Agung. Jika dilihat dari fakta sejarah dan cerita orangtua, penginjilan dilakukan dengan penuh semangat. Namun karena semakin tingginya mobilitas, bingung bagaimana cara menyatakannya serta ketidaksiapan menerima pernyataan sebagai pribadi yang intoleran membuat banyak anak muda enggan melaksanakannya sampai tiba waktunya pandemi covid-19 yang mengharuskan segala sesuatu dilakukan melalui platform. Andai saja platform yang semakin masiv digunakan semaksimal mungkin untuk menggali Firman Tuhan; belajar cara penginjilan serta mau menceritakan kesaksian hidup yang disembuhkan serta diubahkan, pasti akan memberanikan diri sehingga semakin banyak orang yang menenrima Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat; menjadikan kekudusan sebagai standar hidup.
Penulis berangan-angan demikian karena teringat dengan pernyataan Anak Manusia yang kini tergenapi Bukan hanya petani yang semakin sedikit, tetapi juga pelaksana tugas Amanat Agung. Padahal, setiap orang perlu makan dan perlu Kabar Baik. Oleh karena itu, penulis mengingatkan kembali agar berdoa bersama penulis. Setidaknya ada harapan untuk terwujud meskipun saat ini harapannya masih kecil.
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber:


