Strength in Unity | Pengkhotbah 4:9-10a (TB)
2 min read
Strength in Unity
Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya. (Pengkhotbah 4:9-10a TB)
Penulis akan membuka renungan hari ini dengan sebuah pepatah, โbersatu kita teguh.โ Arti dari pepatah tersebut ialah persatuan melahirkan dorongan untuk saling memberikan kekuatan saat menghadapi situasi yang sulit.
Sakit-penyakit dan masalah ekonomi termasuk di dalamnya, tetapi tidak akan penulis jelaskan dalam renungan hari ini. Yang akan penulis jelaskan ialah sifat dan karakter buruk serta trauma yang masih melekat kuat dalam diri. Orangtua, saudara kandung bahkan sahabat sudah berulangkali menasihati; berulangkali menasihati; memberikan kritik dan saran,tetapi belum juga terjadi perubahan. Di saat yang terpuruk itulah terlintas untuk bergabung dalam komunitas.
Komunitas yang layak diikuti ialah komunitas sel atau biasa disebut dengan istilah komsel. Mengapa penulis berkata bahwa komsel adalah komunitas yang layak untuk diikuti? Karena komsel pasti memberikan kekuatan dan penghiburan dan dukungan. Melalui pujian, penyembahan, kesaksian serta doa; menanamkan makna Kekristenan yang sesungguhnya melalui khotbah dan diskusi.
Khotbah tidak hanya disampaikan oleh satu atau dua orang, tetapi banyak. Diskusi tidak hanya mengenai Firman Tuhan, tetapi sejarah Alkitab, doktrin Kekristenan dan kehidupan sehari-hari. Dari sanalah yang bersangkutan merasakan bahwa dirinya tidak berjalan sendirian. Membuat semangat yang semula patah menjadi bangkit kembali sebab ada tokoh Alkitab; ada di antara anggota komsel yang hadir saat itu sedang mengalami atau baru saja menang atas kisah serupa dengan yang bersangkutan.
Penjelasan penulis mengenai komsel tidak akan dirasakan secara maksimal apabila yang bersangkutan jarang datang. Jadi, melalui renungan hari ini, penulis ingin mengajak pembaca atau orang yang pembaca kasihi yang sampai detik masih belum tergabung dalam komsel, ayo segera bergabung; sudah tergabung, tetapi jarang datang, luangkanlah waktu utnu hadir setiap minggunya. Memang, masalah dapat diselesaikan seorang diri, tetapi sampai kapan? Banyak teman memberikan nasihat; kritik dan saran, tetapi belum tentu dapat menggerakkan untuk mencari Dia, Sang penghibur itu.
Tuhan, terima kasih sudah memberitahukan kembali mengenai komsel. Penulis berdoa bagi pembaca atau orang yang pembaca kasihi yang saat ini masih belum tergabung dalam komsel atau mungkin sudah tergabung, tetapi jarang hadir. Tolong ingatkan mereka agar benar-benar tertanam dalam komsel sehingga dapat merasakan kekuatan di dalam persatuan. Amin!
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber:


