Atmosfer Surga | 2 Raja-raja 3:15b (TB)
2 min read
Atmosfer Surga
Pada waktu pemetik kecapi itu bermain kecapi, maka kekuasaan TUHAN meliputi dia. (2 Raja-raja 3:15b TB)
Relasi yang dekat mempermudah setiap orang dalam menyelesaikan masalah, mulai dari ringan hingga berat. Sebelum sampai pada nats di atas, terlebih dahulu menjelaskan maksud dari pernyataan yang baru saja penulis uraikan.
Yang penulis maksudkan ialah raja Yosafat yang hidupnya berpaut akan Allah. Ia merupakan raja Yehuda yang diajak oleh raja Israel yang bernama Yoram. Tidak hanya bersama raja Yehuda, raja Israel juga berjalan bersama raja Edom untuk mengalahkan raja Moab. Mereka menghadapi masalah yang besar di tengah perjalanan, yaitu kekurangan air. Sebuah pertanyaan muncul dari raja Yehuda sebagai bukti bahwa hatinya berpaut kepada Allah seperti mendiang ayahnya. Apakah ada nabi Allah di tempat itu?
Ternyata di tempat itu ada seseorang yang telah menggantikan Elia sebagai nabi. Setiap dari kita tentu tahu siapa yang dimaksud. Ya, dia adalah Elisa. Karena memandang raja Yehuda, nabi Elisa bersedia untuk mengatasi masalah tersebut. Sang nabi meminta seseorang mencarikan seorang yang pandai bermain kecapi guna mengundang hadirat Allah.
Hadirat Allah menanungi sang nabi. Dia berfirman kepada nabi Elisa agar ketiga raja tersebut membuat parit yang nantinya akan penuh dengan air. Selain itu, diberitahukanNya melalui Elisa bahwa raja Moab akan diserahkan kepada mereka. Dari sekian panjang penjelasan mengenai ketiga raja beserta nabi Elisa, penulis ingin fokus pada permainan kecapi.
Kecapi adalah salah satu alat musik yang dimainkan dalam Perjanjian Lama. Selain kecapi, ada alat msuik lainnya yang dimainkan, diantaranya rebana,ceracap, dan sofar. Ketiga alat musik tersebut digunakan untuk menghadirkan atmosfer surga. Tidak hanya menghadirkan pesan Allah, melainkan juga mujizat yang membuat hati tenang dan dikuatkan. Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, alat musik juga ikut berkembang. Tidak hanya keyboard, gitar, bass, drum, cajon – biasa disebut kahon – yang umum dijumpai. Beberapa gereja memiliki alat musik yang lebih lengkap, seperti sexofon, biola, bahkan alat musik EDM – musik dansa elektronik. Biasanya diijadikan sebagai pengiring worship leader dan singers menaikkan pujian dan penyembahan. Adakalanya hanya keyboard atau gitar atau cajon yang dimainkan dengan formasi pelayan pujian yang tidak lengkap – kadang hanya worship leader seorang sendiri, kadang hanya satu orang singer.
Entah dalam formasi lengkap atau tidak, tujuannya tidak hanya seperti yang telah penulis uraikan pada awal paragraf sebelumnya, melainkan juga menggemburkan hati jemaat untuk menerima Firman yang disampaikan oleh pengkhotbah serta menggerakkan worship leader, singers, dan pemusik untuk memperdalam relasi dengan Allah guna mengalirkan kuasa Allah yang lebih dahsyat dari para pelayan yang tidak atau belum memperdalam relasi denganNya
Tuhan, terima kasih telah memberikan contoh bahwa Engkau bertakhta di atas pujian. Doa ini ditujukan secara khusus untuk pemusik. Biarlah kiranya mereka terus melatih kemampuan bermusik dan ingatkan mereka agar membangun relasi denganMu agar atmosfer surga lebih kuat terasa dibandingkan dengan mereka yang tidak membangunnya. Amin!
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber:


