Let The Fire Remain | 2 Timotius 1:6 (TB)
2 min read
Let The Fire Remain 2 Timotius 1:6
“Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.” 2 Korintus 1:6 (TB)
Ada api di hati kita. Ada karunia di dalam diri kita. Sesuatu yang Tuhan sendiri tempatkan di sana. Mungkin terasa kecil saat ini. Sunyi. Terlupakan. Tetapi kecil bukan berarti mati. Bukan untuk diam saja. Bukan untuk tetap kecil. Melainkan untuk menggerakkan kita, untuk mendorong kita maju dengan keberanian dan tujuan. Dan hari ini, Roh Kudus mengingatkan, “Kobarkanlah karunia Allah…” ~ 2 Timotius 1:6
Api itu, gairah itu, panggilan itu? Itu bukan buatan manusia. Itu pemberian TUHAN. Jadi, kobarkanlah. Jalani, dan jagalah agar tetap menyala. Percayalah. Karena Yesus menyalakannya. Dan DIA belum selesai. Kobarkanlah. Jangan biarkan rasa takut menutupinya. Jangan biarkan penundaan menguburnya. Jangan biarkan perbandingan mengecilkannya.
Api ini bukan berasal dari tepuk tangan. Atau dari energi. Atau dari sensasi. Melainkan berasal dari Yesus. Bahkan tetap menyala ketika segalanya memudar. Ketika kebisingan mereda, ketika kerumunan menghilang, api itu tetap penting. Awalnya, itu adalah api yang terlihat, sebuah perjalanan yang dapat dilihat orang lain. Namun seiring perjalanan yang semakin dalam… Ini bukan tentang dilihat. Ini tentang kesetiaan.
Nyala api di hati kita itu, Yesus yang menyalakannya! Kita tidak mendapatkannya, dan tidak mampu menjaganya tetap menyala dengan usaha sendiri. Namun kita dapat mengipasinya dan menjaganya tetap menyala! Melalui penyembahan. Melalui Firman. Melalui kepercayaan dan ketaatan. “Kipaskan karunia ALLAH yang ada di dalam dirimu.” (2 Timotius 1:6). Nyala api itu tetap berbicara bahwa DIA layak, DIA cukup, dan DIA tetap menjadi alasannya. Ketika segalanya mereda, biarkanlah Api itu tetap berkobar!
Biarlah nyala apinya bertahan lebih lama dari segalanya. Percikan kecil yang berkobar menjadi api. Mari berlari dengan sukacita dan tujuan, dengan hati yang berkobar-kobar. Jadi, jika kita merasakan penolakan, saat api terasa kecil dan berlari terasa berat. Saat dunia berubah kelabu, jangan diam saja. Kobarkan apinya. Dan teruslah maju. “Biarkan api itu tetap menyala.” Karena apa yang Yesus mulai, dan DIA belum selesai. Apinya masih menyala. Kipaskan. Jalankan. Biarkan tetap menyala.
GOD bless!


