Take an Action | Lukas 6:46 (TB)
2 min read
Take an Action
“Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?” (Lukas 6:46 TB)
Yang terlintas dalam benak penulis saat hendak menulis renungan hari ini ialah masa-masa yang menyenangkan, tetapi menjadi batu sandungan bagi sesama. Kisah tersebut akan penulis bagikan supaya pembaca belajar dari kesalahan yang penulis lakukan dan komitmen yang dibuat.
Kisah dimulai pada tahun 2014, tepatnya ketika awal menjadi mahasiswa teologi. Kemudian disusul dengan cinta mula-mula yang penulis rasakan ketika mengikuti retreat pada tahun 2015. Sejak saat itu hingga tujuh tahun ke depan, penulis merasakan bahwa kuasaNya bekerja begitu aktif dalam diri. Mendapatkan kesempatan yang besar untuk memperdalam ilmu teologi dan konseling; mengasah kemampuan dalam melayani di gereja; komunitas rohani dan yayasan konseling. Tak berhenti sampai di situ, penulis yang pemalu dan fobia berbicara depan umum berubah menjadi pemberani.
Sampai tiba waktunya masuk ke tahun 2021. Tuhan izinkan penulis alami stagnasi. Agar segera sadar, bahwa kuasaNya tidak sekecil itu. Tidak terbatas pada pertolonganNya dalam memperdalam ilmu teologi dan konseling serta melayani, melainkan untuk menjadi serupa seperti Dia.
Untuk menjadi serupa seperti Dia, hati harus mendekat padaNya. Hal tersebut tidak mungkin terjadi jika masih tenggelam dalam trauma. Yang membuat hati penuh dengan kebencian dan sumpah serapah. Mulai sejak itu hingga pertengahan tahun 2025, penulis merasakan kuasaNya bekerja semakin aktif dalam diri. Perlahan namun pasti, hati diubahkanNya menjadi lembut sehingga terbiasa mengucapkan berkat dan selalu berjuang untuk mengampuni. Untuk sampai ke tahap ini tidaklah mudah. Setiap hari harus menangis dan menjerit, tetapi tidak mendapatkan pertolongan. Awalnya merasa Tuhan tidak peduli, namun akhirnya sadar bahwa memmahami ilmu teologi dan konseling; memiliki kemampuan pelayanan yang mumpuni itu baik, tetapi menjadi sia-sia jika hati masih mengeras. KuasaNya tidak dapat bekerja leluasa sampai tiba waktuNya memutuskan untuk berkomitmen dan meminta pertolonganNya.
Meminta pertolonganNya dengan tidak jemu-jemu. Niscaya akan memiliki hati yang lembut karena menjadi pelaku FirmanNya. Akhir kisah, satu-persatu pergumulan penulis diangkatNya. Sampai kapanpun dan kepada siapapun itu, kisah ini akan penulis bagikan. Bukan melarang pembaca dan setiap orang yang mendengar kisah ini untuk memperdalam ilmu dan aktif melayani, melainkansebagai pengingat agar disertai dengan kehidupan yang semakin hari semakin serupa denganNya.
Tuhan, terima kasih buat segala pertolongan yang telah Engkau kerjakan dalam diri penulis. Penulis percaya bahwa pembaca juga merasakannya.Tidak hanya berdoa agar kuasaNya bekerja luar biasa dalam diri sendiri, tetapi juga pada diri pembaca. Amin!
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber: https://alkitab.sabda.org/commentary.php?passage=Luk%206:46-49


