GOD’s Story : Turning Failures Into A Strong Rock | Matius 16:18 (TB)
2 min read
GOD's Story: Turning Failures Into A Strong Rock Matius 16:18
“Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” Matius 16:18 (TB)
Kita semua tentunya tahu siapa Simon Petrus. Dia adalah salah satu murid Yesus yang pertama. Bahkan dia juga adalah salah satu murid yang paling dekat dengan Yesus. Dalam kitab Injil, banyak diceritakan tentang sepak terjang perjalanan karier Simon Petrus sebagai murid Yesus. Dengan latar belakang sebagai nelayan yang kurang pendidikan, Simon Petrus memiliki karakter yang unik. Dia terkesan sebagai orang yang gegabah, sok tahu, dan cepat panik. Dalam banyak kesempatan, kita melihat bahwa dia paling sering ditegur oleh Yesus, dibandingkan murid-murid lain. Dia terkesan memiliki iman yang kecil dan mudah goyah. Dan kita tahu bahwa ia menyangkal Yesus 3x dalam peristiwa penyaliban.
Tentunya ini adalah kesalahan yang besar dan fatal bagi seorang murid yang meninggalkan gurunya. Ia mengkhianati dan meninggalkan Yesus dalam ‘kesulitan’. Lalu dengan ketakutan dan kekecewaan, ia bermaksud kembali ke profesi lamanya yang aman, yaitu sebagai nelayan. Namun Yesus mengenal Petrus dengan baik. IA tahu hati Petrus dan tahu bahwa Petrus sungguh mengasihiNya. IA tahu Petrus sangat menyesal dan segera bertobat.
Yesus bertanya tentang kasih Petrus kepada Yesus sampai 3x, sesuai dengan banyaknya jumlah Petrus menyangkal Yesus. Setelah pertanyaan Yesus yang ke-tiga kalinya, sedihlah hati Petrus. Namun, itu bukan karena Yesus mau mengungkit-ungkit kesalahan, tetapi Yesus sedang mempersiapkan Petrus untuk menjadi batu karang yang kuat! IA bernubuat bahwa Petrus adalah batu karang, dan di atas batu karang ini Yesus akan membangun jemaat yang alam maut tidak dapat menguasainya.
Suatu nubuatan yang dinyatakan di saat karakter Petrus masih plinplan dan gegabah. Tetapi nubuatan itu sungguh tergenapi saat Yesus naik ke surga, dan mengutus Roh Kudus untuk menyertai murid-murid. Segera setelah Petrus dipenuhi oleh Roh Kudus, Petrus menjadi pribadi yang sungguh berbeda. Walaupun tidak menguasai ilmu berdebat maupun hukum Taurat, Petrus dan Yohanes sanggup berbicara dengan lancar dan jelas di hadapan Mahkamah Agama mengenai Hukum Taurat! Bahkan setelah mendengar khotbah Petrus, ribuan orang bertobat!
Saat TUHAN mengundang kita masuk dalam kisahNya, TUHAN tahu kita jauh dari kata sempurna. Kekurangan, kebodohan, dan karakter-karakter yang kita miliki mungkin menjadi penghalang bagi kita, tetapi itu bukan penghalang bagi TUHAN untuk merekayasa kisah kita hingga sesuai dengan kisah yang diinginkanNya bagi kita. IA sanggup melatih dan mendidik kita. Kita hanya perlu taat dan rendah hati, maka —seperti Petrus si gagal yang gegabah diubahkan sehingga menjadi dasar yg kuat bagi pembangunan jemaat TUHAN— kita pun dapat diubah menjadi apa yang TUHAN inginkan. Dan IA tidak pernah merancangkan kegagalan!
GOD bless!


