Menikmati Proses | Lukas 8:15 (TB)
2 min read
Menikmati Proses
“Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.” (Lukas 8:15 TB)
Suka atau tidak suka, segala sesuatu harus melewati proses, termasuk menjadi dewasa. Penulis akan menguraikan dua analogi berkenaan dengan hal tersebut.
Analogi pertama mengenai mie instan. Makanan yang begitu mudah didapatkan dan semua orang pasti pernah mengonsumsinya. Dimanapun pembaca membelinya, entah itu di pasar; warung; minimarket atau supermarket, makanan tersebut dibeli dalam keadaan mentah sehingga tak dapat langsung dikonsumsi. Cara memasaknya sesuai dengan jenis mie instan yang dibeli dan dimana pembaca mengonsumsinya. Pertama, taruh bumbu, seduh makanan dengan memasak air panas atau melalui dispenser kemudian aduk sebelum dikonsumsi. Kedua, bumbu ditaruh dalam piring atau mangkuk sembari menunggu air matang, setelah itu rebus atau dilanjutkan dengan menggorengnya kemudian tiriskan dan aduk. Ketiga, proses yang hampir sama dengan poin kedua, hanya yang membedakan ialah menaruh bumbu pada mie yang sedang direbus atau menaruh bumbu di atas mie yang sudah ditiriskan. Bagaimanapun cara pembaca memasak mie, prosesnya lebih singkat waktunya dibandingkan dengan proses yang akan penulis jelaskan pada analogi kedua.
Analogi kedua mengenai petani di sawah dan di ladang. Apakah yang petani tanam saat itu, padi; sayuran atau buah, membutuhkan proses yang lebih panjang dari memasak makanan instan. Penulis hanya menjelaskan proses penanaman padi dan sayuran agar berkaitan dengan analogi yang pertama.
Secara sederhana, penulis jelaskan bahwa sebelum menjadi bahan makanan, baik padi atau sayuran harus terlebih dulu ditanam benih atau bibit, diberi pupuk, disiram, dilindungi dari hama, menunggu sampai tiba waktunya panen untuk selanjutnya dijual ke pasar atau langsung dimasak dan dikonsumsi. Setiap dari kita tidak tahu bagaimana perasaan sang petani mengingat panjangnya proses yang dilewati. Yang jelas, mereka selalu berusaha untuk menjalaninya dengan sukacita.
Menjalani dengan sukacita seberapapun panjang proses yang dilewati. Bukan hanya memasak mie instan, menanam padi atau sayuran tetapi dalam menjalani proses pendewasaan rohani. Mulai dari membaca dan mendengarkan FirmanNya, merenungkan kemudian mengaplikasikannya sampai menjadi murid Kristus.
Barangsiapa menjadi murid Krisuts tentu merupakan orang yang telah kuat berakar dalam FirmanNya. Karena senantiasa berusaha menjalani hidup yang sesuai dengan standarNya, tidak hanya saat hidup sedang baik-baik saja tetapi juga saat diperhadapkan dengan ujian dan pergumulan. Jatuh bangkit lagi; masih lalai tetapi mau mengaku salah dan berjuang untuk belajar dari kesalahan.
Tuhan, tolong ingatkan saya agar senantiasa bersukacita setiap kali melewati proses pendewasaan yang Engkau kerjakan. Amin!
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber:


