Siap Ditegur | Amsal 10:17 (TB)
2 min read
Siap Ditegur
Siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan, tetapi siapa mengabaikan teguran, tersesat. (Amsal 10:17 TB)
Dari siapapun teguran diberikan, baik dari orangtua; guru; dosen; atasan di tempat kerja; rekan sejawat maupun sahabat, tentu ada perasaan tidak nyaman saat menerimanya.
Karena teguran merupakan pernyataan atau peringatan yang mengarahkan dan memberikan perintah agar keluar dan meninggalkan kebiasaan lama yang tidak disiplin; dapat memberikan hasil terbaik dari apapun yang dikerjakan; agar kembali ke jalan yang benar; agar berhenti menyakiti perasaan sesama. Wujud dari perasaan tidak nyaman ialah sedih, marah dan sakit hati lantaran tidak hanya disampaikan satu kali oleh orang yang sama melainkan dari orang yang berbeda dengan teguran senada.
Baik disampaikan oleh orang yang sama atau berbeda, teguran akan terus diterima selama nafas masih dikandung badan. Karena manusia hidup bukan hanya untuk memenuhi tuntutan moral melainkan jadi serupa seperti Kristus. Tentu awalnya mengikuti semua perasaan tidak nyaman yang telah penulis uraikan pada paragraf kedua sampai akhirnya yang bersangkutan sanggup melawan perasaan tersebut dan menggantikannya dengan perasaan sukacita. Perasaan tersebut melahirkan kesanggupan untuk berbesar hati. Perasaan yang muncul dari tingkat kedewasaan yang semakin tinggi.
Membutuhkan waktu yang panjang agar memiiki tingkat kedewasaan yang tinggi. Tidak hanya meminta kekuatan dariNya melainkan juga ambil keputusan untuk melawan ego.
Jika sudah mampu melawan ego, yang bersangkutan pasti akan menerapkan dalam hidup setiap kali menerima teguran yang membangun dan tetap mengambil hal baik kemudian memikirkan maksud Tuhan dibalik teguran yang tidak membangun. Akhir kata, bagi setiap pembaca atau orang yang pembaca kasihi yang saat ini masih bergumul agar menjadi pribadi yang siap ditegur, janganlah patah semangat! Teruslah berdoa dan teruslah berjuang! Tuhan senantiasa beserta, memberikan kekuatan dan menuntun sampai akhirnya menjadi pribadi yang siap ditegur karena telah memiliki tingkat kedewasaan yang tinggi.
Tuhan, penulis berdoa kepada setiap pembaca atau orang yang pembaca kasihi yang sedang bergumul agar menjadi pribadi yang siap ditegur. Penulis percaya bahwa Engkau tidak pernah meninggalkan dan senantiasa mengingatkan agar melawan ego. Tolong berikan mereka kekuatan dan kemampuan sampai akhirnya sanggup melawan ego; senantiasa siap untuk ditegur dan menerapkannya; senantiasa memikirkan apa yang hendak Engkau kerjakan dalam hidup. Amin!
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber:


