Through The Suffering | Mazmur 73:26 (TB)
2 min read
Through The Suffering Mazmur 73:26
“Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.” Mazmur 73:26 (TB)
Mustahil untuk membenarkan penderitaan. Rasa sakit dan siksaan akan meninggalkan bekas luka yang menyakitkan. Tidak ada seorang pun yang bersiap untuk menerima penderitaan begitu saja. Namun demikian mungkin sebagian dari kita didera oleh berbagai masalah penyakit. Dan penderitaan karena rasa sakit seringkali membuat kita membenci TUHAN.
Kita tahu bahwa seringkali TUHAN mengizinkan penderitaan untuk pertumbuhan iman dan menyatakan kemuliaan-Nya. Dan suatu hari nanti tidak akan ada lagi air mata. Tetapi bukankah TUHAN dapat mencapai tujuan-Nya dalam hidup kita melalui keadaan yang tidak terlalu menyakitkan dan lebih dapat diterima?
Terkadang perjuangan untuk membuang pikiran dan perasaan negatif di tengah pergumulan melawan penyakit sungguh menguras perasaan. Pertempuran terus-menerus dengan rasa dendam dan rasa bersalah, melahirkan ketakutan bahwa jika setiap pikiran negatif tercatat, maka kita akan gagal di Hari Penghakiman.
Namun Salib-Nya membuat kita memahami kasih karunia dan hati TUHAN. Bagaimana mungkin kita membenci TUHAN karena mengizinkan penderitaan ketika DIA telah menyelamatkan kita dari dosa dan menebus kita melalui penderitaan Yesus? Bagaimana mungkin kita marah kepada-Nya ketika Putra-Nya telah menanggung beban dosa dan kematian yang berat untuk kita?
Seperti yang dikatakan Ayub, yang tidak asing dengan penderitaan: “Meskipun IA membunuhku, namun aku tetap berharap kepada-Nya” (Ayub 13:15). Mungkin kita masih berjuang dengan kesehatan, dan masih bergulat dengan kecemasan, tetapi ketahuilah satu hal—TUHAN itu baik, Dia mahakuasa, dan Dia penuh kasih. Melalui penderitaan kita, TUHAN mendekatkan kita kepada-Nya.
Biarlah kita semakin mencintai Juruselamat lebih dari keinginan kita untuk mengatur hidup kita sendiri. Dan semoga mata kita tertuju kepada DIA yang selalu hadir, selalu mengasihi, dan selalu baik, serta cinta-Nya yang memberi harapan dan pemulihan. Biarlah satu-satunya kebanggaan kita adalah Kristus, bukan perbuatan baik yang telah kita lakukan atau dosa yang telah kita lawan dengan kemenangan. Sehingga kita menerima kebaikan dan nilai dari apa pun yang membuat kita berpegang teguh pada TUHAN—sekalipun itu berarti penderitaan.
GOD bless!


