The Documenter | Ibrani 11:2 (TB)
2 min read
The Documenter
Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita. (Ibrani 11:2 TB)
Judul renungan hari ini merujuk kepada sebuah film yang mendokumentasikan perjalanan yang terjadi pada masa lampau. Sang pembuat cerita melakukan observasi tentang peristiwa nyata melalui biografi tokoh melalui buku atau cerita dari tokoh-tokoh masa lampau yang memiliki umur panjang; melalui karya seni atau museum. Penjelasan singkat mengenai film dokumenter mengingatkan penulis akan kisah dalam Alkitab.
Kisah dalam Alkitab yang tertulis dalam setiap kitab diringkas dalam satu perikop kitab, yaitu Ibrani pasal 11. Berawal dari kisah penciptaan kemudian berlanjut ke tokoh-tokoh yang kisahnya ditulis secara singkat. Tokoh-tokoh tersebut bernama Habel, Henokh, Nuh, Abraham, Ishak, Yakub, Yusuf, Musa, Yosua, Rahab. Sebagian tokoh lainnya – Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud, para nabi – hanya disebut namanya, tetapi tidak dituliskan kisahnya karena keterbatasan waktu. Secara singkat, sang penulis menyatakan bahwa harga yang harus mereka bayar demi mengikut Allah sangatlah besar.
Apa buktinya kalau harga yang mereka bayar demi mengikut Allah sangatlah besar? Ibrani 11 menyatakan bahwa mereka diejek, didera, dibelenggu, dipenjara, dan menjadi martir. Semua itu mereka lakukan demi membuat namaNya mahsyur serta membuat semakin banyak orang mengenal FirmanNya. Kembali pada penjelasan mengenai film dokumenter, beberapa tokoh yang tidak disebutkan nama; tidak dijelaskan kisahnya dalam Ibrani 11 diangkat ke layar. Selebihnya? Hanya menjadi film dokumenter dalam hati dan pikiran masing-masing pembaca.
Diangkat ke layar atau tidak, kisah para saksi-saksi iman harus meenggerakkan kita untuk terus membaca kisah mereka secara lengkap. Bukan hanya untuk mengetahui kisahnya, tetapi menanamkan cinta akan FirmanNya dalam hati dan pikiran, yang kelak akan menumbuhkan cinta akan PribadiNya.
Tuhan, saya berkomitmen untuk terus membaca FirmanMu agar kisah para tokoh melekat kuat dalam hati Dn pikiran. Jika sudah tertanam kuat dalam hati dan pikiran, saya percaya cinta akan FirmanMu dan PribadiMu akan semakin kuat. Amin!
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber:


