Arsip

Sosial Media GBA Center

15 December 2025

Gerakan Baca Alkitab

Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup

Tangan Kosong | Ayub 1:21 (TB)

3 min read
Tangan Kosong

Tangan Kosong

Katanya: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” (Ayub 1:21 TB)

Yang penulis maksudkan dalam judul renungan hari ini bukanlah secara kiasan, melainkan harfiah. Yang penulis maksudkan bukanlah tanpa persiapan, melainkan tidak membawa apa-apa.

Tidak membawa apa-apa saat dilahirkan dan meninggal. Setiap orang lahir dalam keadaan telanjang, tidak berdaya, dan tidak bisa melakukan apapun selain menangis. Dengan bantuan ayah dan bunda, yang bersangkutan belajar berjalan, membaca, menulis, berhitung, dan aktivitas lainnya. Hingga tiba waktunya bersekolah, berkuliah, dan bekerja di tempat yang sudah ditentukan oleh yang bersangkutan.

Entah bekerja sebagai karyawan atau pemilik usaha. Kemampuan bekerja yang mumpuni serta manajemen keuangan yang baik memampukan yang bersangkutan menjadi orang kaya. Memiliki banyak aset bergerak dan tidak bergerak, diundang ke acara bergengsi, mengunjungi banyak destinasi di dalam dan luar negeri, dan segala hal lainnya yang sanggup dilakukan oleh orang kaya. Ada orang yang mencapai semua itu sebelum menikah, tetapi juga ada yang setelah menikah. Hal tersebut terus berlanjut sampai tiba waktunya yang bersangkutan meninggalkan semuanya itu untuk selamanya.

Entah mengidap penyakit terlebih dulu atau secara mendadak, meninggalkan istri atau suami; anak-cucu. Mereka mendapatkan harta yang ditinggalkan dan mengenang pengalaman yang dicapai oleh yang bersangkutan semasa hidup. Atau yang bersangkutan masih hidup dan keluarga masih lengkap, tetapi kehilangan banyak harta benda; masih hidup dan keluarga masih lengkap, tetapi kehilangan harta benda; masih hidup dan harta benda masih berlimpah, tetapi menghadapi kenyataan bahwa istri: suami atau buah hati pergi untuk selamanya; masih hidup, tetapi kehilangan semuanya. Apa yang sudah penulis uraikan akan dialami oleh setiap orang. Permasalahannya, banyak orang sulit berdamai dengan keadaan karena kenyataan yang diterima begitu pahit.

Apakah yang penulis maksudkan itu pembaca atau orang yang pembaca kasihi? Supaya tidak akurat, penulis akan menceritakan seorang tokoh Alkitab yang terkenal saleh pada zamannya, tetapi kehilangan harta benda, buah hati, dan kesehatannya akibat dicobai Iblis. Ya, dialah Ayub. Masih hidup, tapi harus kehilangan semuanya dalam sekejap. Nats di atas adalah pernyataan yang diucapkan sebelum ia menderita barah yang busuk pada tubuhnya.

Sampai barah busuk menyerang tubuhnya, ia tetap menaikkan syukur padaNya. Apabila kalimatnya disatukan, bunyinya seperti ini: โ€œDengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN! Oleh sebab itu, janganlah hanya menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk!” Kalimat tersebut harus diucapkan oleh pembaca atau orang yang pembaca kasihi. Tentu tidak mudah mengucapkannya, tetapi harus dilatih dari sekarang. Ucapkanlah kalimat tersebut berulang-ulang hingga tertanam kuat dalam hati dan pikiran hingga yang bersangkutan mampu mengucap syukur. Bukan tidak boleh marah atau sedih, tetapi mampu bangkit karena telah mengetahui bahwa Dia punya maksud baik dibalik itu semua, yang perlahan namun pasti akan menjadikan yang bersangkutan serupa seperti Dia.

Tuhan, terima kasih sudah mengingatkan bahwa saya lahir dan meninggal tidak membawa apa-apa. Oleh sebab itu, ajarkanlah saya untuk tetap mengucap syukur ketika kehilangan harta benda atau anggota keluarga saya. Karena saya tahu bahwa Engkau pasti memiliki maksud baik dibalik kemalangan. Amin!

Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!

Sumber: https://alkitab.sabda.org/commentary.php?version=tb&passage=Ayub+1

Share Artikel ini
Copyright ยฉ GBA Center 2024. | Newsphere by AF themes.