Arsip

Sosial Media GBA Center

29 August 2025

Gerakan Baca Alkitab

Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup

Slow Respon | Yakobus 1:19-20 (TB)

2 min read
Slow Respon

Slow Respon

Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah. (Yakobus 1:19-20 TB)

Respon berarti tanggapan; reaksi; jawaban. Yang penulis maksud dalam judul renungan hari ini bukanlah sengaja lama membalas pesan WhatsApp melainkan saat dimana mendengarkan orang bicara dan membuat status serta membalas komentar di sosial media.

Setelah pembaca tau arti dibalik kata respon serta maksud dari judul renungan hari ini, ada sebuah pertanyaan yang ingin penulis utarakan. Bagaimanakah seharusnya yang dilakukan sebelum memberikan respon?

Berpikir terlebih dulu. Itulah jawaban yang sesungguhnya tetapi kenyataannya tidak seperti itu! Secara spontan mengeluarkan pernyataan menghibur; menasihati; dan menguatkan menurut yang bersangkutan tetapi merupakan pernyataan yang menyinggung bagi yang mendengar. Bagi setiap kita yang seperti itu akan berkata, saya memang begini orangnya, apa yang harus saya lakukan?

Yang dilakukan ialah berdoa. Setiap saat dan setiap waktu melakukannya setiap hendak bercanda, mendengar keluh kesah, memberikan nasihat; kritik dan saran. Tentu saja tidak terjadi saat itu tetapi lambat laun akan menyadarkan kita untuk berpikir ulang sebelum berbicara dan memberi respon. Dalam hati berkata, saya tidak boleh sembarangan bicara! Bagaimana perasaan mereka ketika membaca status dan komentar saya? Saya harus lebih banyak mendengarkan sebelum memberi respon!

Sebagai penutup, penulis ingin mengingatkan setiap kita agar berdoa setiap saat dan setiap waktu supaya dapat melakukan apa yang penulis uraikan pada paragraf sebelumnya. Sehingga setiap orang yang mendengar pernyataan yang kita ucapkan dan tuliskan tidak menjadi batu sandungan melainkan jadi pembelajaran bagi orang lain. Agar mereka juga melakukan seperti yang kita lakukan, berpikir dulu sebelum berbicara dan mengetik.

Tuhan, tolong ingatkan saya senantiasa agar setiap saat dan setiap waktu berdoa sehingga saya dapat berpikir ulang setiap kali merespon pembicaraan dan komentar; perkataan yang saya ucapkan dan saya tulis tidak menyakiti hati melainkan menjadi penyejuk hati bagi sesama. Amin!

Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!

Sumber:

  1. https://jagokata.com/arti-kata/respons.html
  2. https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=yak&chapter=1&verse=19
Share Artikel ini