Tantangan dalam Pelayanan | Nehemia 4:14 (TB)
2 min read
Tantangan dalam Pelayanan
Kuamati semuanya, lalu bangun berdiri dan berkata kepada para pemuka dan para penguasa dan kepada orang-orang yang lain: “Jangan kamu takut terhadap mereka! Ingatlah kepada Tuhan yang maha besar dan dahsyat dan berperanglah untuk saudara-saudaramu, untuk anak-anak lelaki dan anak-anak perempuanmu, untuk isterimu dan rumahmu.” (Nehemia 4:14 TB)
Komteks pelayanan begitu luas, tidak hanya pelayanan di gereja, komunitas rohani, dan pelayanan misi melainkan juga pelayanan di marketplace. Penulis tidak membahas semua lingkup pelayanan melainkan yang sesuai dengan nats di atas.
Penulis akan membahas tentang gereja dan komunitas rohani tetapi juga pelayanan misi. Tantangan akan terus dirasakan selama dunia masih berputar, termasuk dalam melaksanakan pelayanan. Renungan hari ini ditulis guna menguatkan dan mengingatkan setiap orang yang terlibat dalam salah satu atau semua pelayanan tersebut. Sebelum sampai ke sana, terlebih dahulu penulis membahas persamaan dan perbedaan dari tantangan yang dihadapi.
Persamaannya terletak pada dana sementara perbedaannya terletak pada pelaksanaan di lapangan. Para pengurus gereja atau komunitas rohani mengalami tantangan saat mengatur jadwal para pengkhotbah atau pengajar bible study; mengatur jadwal para pelayan termasuk posisi dan kode etik pelaksanaan; merencanakan program; menyusun tema khotbah; menyusun kurikulum pembelajaran, baik ibadah raya, ibadah kategorial ataupun kegiatan di komunitas. Para pelayan misi mengalami tantangan cuaca, transportasi, dan serangan yang mungkin timbul. Secara tidak langsung, para pelayan misi turut merasakan seperti para tokoh Alkitab.
Tentu saja tidak sama persis karena tantangan yang dirasakan oleh para tokoh Alkitab jauh lebih berat dibandingkan para pelayan misi saat ini. Seperti tantangan yang dihadapi oleh Nehemia dan orang-orang yang melaksanakan pembangunan tembok.
Mereka mendapatkan pernyataan dan ancaman dari pihak musuh, yaitu Sambalat, Tobia, orang Arab, orang Amon serta orang Asdod. Kisah tersebut mengajarkan setiap kita agar senantiasa mengarahkan pandangan padaNya kepadaNya sehingga dapat melayani dengan tulus dan menjadi terang bagi rekan-rekan yang lain. Seperti yang Nehemia lakukan ketika para pekerja merasakan ketakutan. Ttidak hanya memberikan penguatan tetapi juga memberikan instruksi kepada anak buahnya, sebagian membangun tembok dan sebagian lagi menjadi penjaga.
Setiap orang yang melayani sebagai pengurus gereja; komunitas rohani dan pelayan misi harus melakukan seperti yang dilakukan Nehemia. Meskipun pelayanan di gereja dan komunitas rohani tidak seberat pelayanan misi tetapi pasti ada perasaan tidak nyaman setiap tantangan datang.
Setiap tantangan datang, mari belajar pada oang-orang yang mengambil bagian dalam pembangunan tembok saat itu dan para pelayan misi saat ini. Bukan bermaksud meremehkan pelayanan sebagai pengurus gereja dan komunitas rohani tetapi hanya untuk mengingatkan setiap orang yang menganggap pelayanan sebagai pengurus gereja dan komunitas rohani itu berat. Karena setiap pelayanan yang dilakukan tidak hanya menjadi terang bagi orang yang dilayani tetapi sesama yang turut melayani.
Tuhan, penulis berdoa untuk setiap pembaca yang aktif melayani di gereja, komunitas rohani dan pelayanan misi. Kiranya Engkau memberikan kekuatan dalam menghadapi setiap tantangan yang ada serta mengingatkan agar mereka menjadi support system bagi rekan-rekan sepelayanan. Amin!
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber: https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=16&chapter=4&verse=14


