Pray First! | Markus 1:35 (TB)
2 min read
Pray First!
Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. (Markus 1:35 TB)
Selamat pagi penulis ucapkan meskipun renungan hari ini tidak dibaca saat pagi. Selain untuk memberikan semangat, selamat pagi penulis ucapkan guna mengajukan pertanyaan, apakah yang pembaca lakukan saat bangun di pagi hari?
Sebagian orang menjawab, ambil gadget terus lihat WhatsApp dan sosial media lainnya. Sisanya menjawab, mempersiapkan sarapan dan perlengkapan yang harus dibawa ke sekolah, kampus atau kantor. Hanya sedikit yang menjawab berdoa dan bersaat teduh. Mengapa hanya sedikit yang melakukannya? Karena kebanyakan orang memiliki cara pandang yang salah tentang Dia, yaitu transaksional bukan relasional.
Dengan kata lain, mencari Dia bukan karena kerinduan dan kesadaran bahwa hidup tak dapat berjalan tanpa Dia melainkan untuk memenuhi ambisi dan ego pribadi. Cara pandang tersebut membuat karakter Ilahi tak mungkin ada dalam diri banyak orang. Menyiratkan bahwa yang bersangkutan tidak membutuhkan pimpinanNya. Tidaklah mengherankan jika sepanjang hari tidak tergerak untuk berdoa serta mengisi hati dan pikiran dengan ajaran yang Alkitabiah.
Sebagai penutup, penulis ingin mengajukan pertanyaan, pembaca termasuk dalam golongan yang mana? Kebanyakan orang atau sedikit orang? Jika pembaca termasuk dalam golongan kebanyakan orang, mari perintahkan diri untuk memulai hari dengan berdoa dan bersaat teduh baru setelah itu melakukan aktivitas lainnya. Hal tersebut akan menggerakkan hati senantiasa berdoa serta mengisi hati dan pikiran dengan ajaran yang Alkitabiah. Maka yang bersangkutan tidak hanya mendapatkan hikmat tentang apa yang harus dilakukan dan diputuskan melainkan juga memberi diri untuk senantiasa diajar, dilatih, dan dibimbing agar memiliki karakter Ilahi. Tentu saja tidak mudah memulai hari dengan berdoa dan bersaat teduh setiap pagi. Agar mudah melakukannya, mari ikuti teladanNya saat menjadi Anak Manusia, tidak hanya mengikuti kehendak Bapa tetapi juga berdoa setiap pagi-pagi benar.
Tuhan, penulis berdoa agar pembaca atau orang yang pembaca kasihi. Kiranya Engkau menggerakkan mereka untuk memulai hari dengan berdoa dan bersaat teduh. Maka mereka akan tergerak untuk mengandalkanMu dalam keseharian mereka dan lambat laun karakter Ilahi melekat kuat dalam diri mereka. Amin!
Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud!
Sumber: https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=41&chapter=1&verse=35


