Gerakan Baca Alkitab

Jadikan Baca Alkitab Sebagai Gaya Hidup

Perlindungan di Tengah Badai NTT

4 min read

“Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia.” Mazmur 107:31 (TB)

Shalom sahabat Kristus. Perkenalkan nama saya Agnes Sioh, saya berasal dari Kupang, NTT.

Saya ingin menyaksikan kemurahan TUHAN Yesus di dalam hidup saya dan keluarga saya. Dua minggu yang lalu di daerah kami NTT terkena badai seroja yang sangat mengerikan. Sebelum terjadi bencana, hujan sudah melanda kota Kupang sejak hari Kamis, tanggal 1 April 2021. Hujan berlangsung dari pagi sampai malam dan tidak pernah berhenti. Di hari Jumat, tepatnya Jumat Agung, saya dan keluarga saya menyiapkan diri untuk pergi ke gereja. Waktu itu  hujan masih terus berlangsung. Ketika kami bersiap-siap, Ayah saya menyuruh kami untuk mengangkat hati kepada Tuhan dan berdoa, agar Tuhan menghentikan hujan. Puji Tuhan setelah kami sudah siap, hujan berhenti sehingga saya dan keluarga saya dapat berangkat ke gereja. Dan ketika kami pulang hujan kembali turun.

Hari Paskah adalah hari yang sangat dirindukan oleh kami sekeluarga, kami bersyukur karena Kristus telah bangkit dan mengalahkan maut. Satu minggu sebelum perayaan Paskah, gereja berencana untuk merayakan Paskah di Laut Tablolong. Tapi karena situasi yang kurang bersahabat, di mana hujan terus melanda kota kami dan tidak berhenti, kami memutuskan untuk ibadah di gereja saja. Hari Sabtu sore, ayah dan ibu saya ingin pergi membeli hadiah bagi anak-anak Sekolah Minggu. Saya dan adik saya menunggu di rumah sambil mengecek sosial media. Kami melihat bahwa kota Kupang terkena banjir bandang di beberapa tempat. Saya mengkuatirkan ayah dan ibu saya yang sedang keluar, karena banjir yang sudah melanda Kupang. Tapi saya bersyukur ayah dan ibu pulang dalam keadaan selamat. Hari Minggu pagi kami bangun dan bersiap-siap berangkat ke gereja, saya dan adik saya yang bungsu keluar untuk melihat langit apakah hujan akan berhenti. ketika kami lihat keluar, kabut sudah menutupi daerah kami, dan pagi itu hujan gerimis, dan berangin. Meskipun hujan dan angin pada saat itu, Kami tetap bersiap-siap ke gereja. Kami merayakan Paskah bersama anak Tuhan lainnya di tengah hujan besar, petir dan angin, serta listrik yang padam, kami tetap bersekutu bersama-sama.

BMKG sudah memberi peringatan kepada warga NTT bahwa akan terjadi badai hujan angin yang sangat besar, sehingga masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan bersiaga, saya segera memberitahu informasi itu ke keluarga saya. Minggu, 4 April 2021, hari mulai larut, waktu itu pukul 23.00 WIT, saya masih belum tidur. Angin bertiup sangat kencang dan membuat saya serta keluarga merasa takut. Pada malam itu iman saya benar-benar diuji dan saya goyah kerena ini adalah pertama kali dalam hidup saya sejak saya lahir di Kupang, terjadi badai besar seperti ini di tanah Flobamora kami. Situasi malam itu sangat mencekam, listrik yang padam sehingga malam itu gelap gulita, angin bertiup sangat kencang, membuat atap rumah beterbangan ke mana-mana, hujan yang sangat deras, dan sinyal HP pun mati. Malam itu saya bersama ibu dan adik-adik, kami tidak bisa tidur, hanya satu orang yang waktu malam badai mengamuk dia tertidur lelap, dia adalah Ayah saya. Ayah saya yang tertidur lelap dan mendengkur seperti tidak menyadari apa yang terjadi.  Ibu saya berusaha membangunkan, dan ketika ayah bangun dia berkata kepada kami, “Mengapa kalian takut, sebelum kalian tidur kalian sudah berdoa dan meminta perlindungan Tuhan sehingga Ia mengirimkan Pasukan Malaikat Sorgawi untuk menjaga kita.” Kemudian ayah menguatkan iman kami dengan salah satu peristiwa yang terjadi di dalam Alkitab yang mencatat angin ribut dihentikan, ketika Yesus meredakan angin itu, Dia bertanya kepada muridNya “Di manakah imanmu?”. Ketika ayah menceritakan peristiwa itu, iman kami dikuatkan kembali, sehingga kami dapat beristirahat dengan tenang serta percaya kepada TUHAN YESUS yang selalu menjaga kami.

Hari Senin, 5 April 2021, pagi saat kami terbangun kami melihat keluar, kota kami telah diporak-porandakan oleh badai semalaman, atap rumah tetangga kami sudah tidak ada, pohon-pohon tumbang oleh angin beterbaran di jalan raya, rumah-rumah yang rusak, air kali meluap dan menyebabkan banjir. Saat itu semua orang keluar dan melihat bagaimana kondisi rumah mereka. Semua orang keluar dari rumah dan bercerita bagaimana mereka menghadapi malam yang mencekam itu, ada yang tidak tertidur, ada bangun dan pergi meninggalkan rumah mereka karena angin yang sudah mengangkat atap rumah mereka. Kami pun, ayah dan saya pergi keluar dan mengecek rumah kami, Puji Tuhan tidak ada kerusakan parah hanya 1 lembar plafon di lantai 2 yang terlepas dan 1 lembar atap yang terangkat sedikit karena angin. Satu hal yang membuat saya heran serta merinding dengan kuasa Tuhan, yaitu Tangki fiber air kami yang kosong dan berada di tempat tinggi sama sekali tidak jatuh, bahkan tangki itu tidak berpindah dari posisinya, pohon besar yang berada di depan rumah kami juga tidak tumbang padahal angin sangat dahsyat. Bahkan orang-orang melihat ke rumah kami karena rumah kami satu-satunya yang memiliki lantai 2 di daerah kami, mereka berpikir bahwa angin pasti sudah merobohkan rumah kami, tapi dengan kuasa dan perlindungan Tuhan, serta perbuatan tanganNYA yang ajaib, saya bersama keluarga saya dilindungi TUHAN Yesus dengan ajaib dan heran. Saya mengajak kepada kita semua, apapun yang terjadi dalam hidup kita, bersandarlah kepada Tuhan, karena pertolonganNya tidak pernah terlambat bagi hidup kita semua. AMIN

Kesaksian Oleh : Agnes Sioh (peserta GBA G1)

Share Artikel ini

Arsip

Event & Kegiatan

June 2021
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Sosial Media GBA Center

Open chat
Butuh Bantuan!
Shalom! 👋🏻
Ingin bertanya tentang Gerakan Baca Alkitab dan pelayanannya? 🙏🏻

Kami melayani chat dari Jam 9.00 - 17.00 WIB
can't talk, whatsapp only